ISLAMIC EDUCATION TEACHERS' CREATIVE STRATEGIES IN DEVELOPING CRITICAL THINKING OF GRADE VIII B STUDENTS AT MTS DARUTTHOLIBIN
DOI:
https://doi.org/10.32699/tcw03e56Keywords:
strategi kreatif, berfikir kritis, pendidikan agama islamAbstract
Teacher-centered learning that emphasizes memorization often limits students’ critical thinking and active participation. In Islamic Religious Education, students tend to become passive learners, making creative teaching strategies necessary to encourage critical thinking and active engagement. This study examines the creative strategies employed by Islamic Religious Education teachers in developing the critical thinking skills of class VIII B students at MTs Darutholibin Watumalang Wonosobo. The study was motivated by teacher-centered learning practices that emphasize memorization and limit students’ active involvement in higher-order thinking processes. This research used a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through interviews, observations, and documentation, while data validity was tested using source and method triangulation. The data analysis process included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers implemented creative learning strategies through a flexible combination of lectures, contextual approaches, and discussions. Lectures were used to deliver fundamental concepts, contextual approaches connected learning materials with students’ real-life experiences, and discussions encouraged active participation and idea exchange. The implementation of these strategies contributed to increased student activity, confidence in expressing opinions, and the ability to analyze and relate learning materials critically. However, the improvement in students’ critical thinking skills was not evenly distributed, as it was influenced by factors such as learning motivation, self-confidence, and the surrounding learning environment.
References
Alfidyah, M. (2025). Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia, 1(1), hlm. 1–9.
Alfansyur, A. dan Mariyani (t.t.). Seni mengelola data: penerapan triangulasi teknik, sumber dan waktu pada penelitian pendidikan sosial.
Astiti, K.A., Yanti, B.A.S., Suryaningsih, N.M.A., Poerwati, C.E., Zahara, L. dan Wijaya, I.K.W.B. (2024). Teori psikologi konstruktivisme. Denpasar: Nilacakra.
Azzahra, N.T., Ali, S.N.L. dan Bakar, M.Y.A. (2025). Teori konstruktivisme dalam dunia pembelajaran. JIRS: Journal of Islamic Religious Studies, 2(2).
Bhangu, S., Provost, F. dan Caduff, C. (2023). Introduction to qualitative research methods – part I. Perspectives in Clinical Research, 14(1), hlm. 39–42.
Daud, R.M. (2024). Penerapan pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa. Kompetensi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), hlm. 94–107.
Denny, E. dan Weckesser, A. (2022). How to do qualitative research? qualitative research methods. BJOG, 129(7), hlm. 1166–1167.
Elza, P. (2025). Analisis pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, 1(1), hlm. 8–14.
Ervina, E., Rahmah, B., Yuliyana, I. dan Pratiwi, N. (2025). Upaya meningkatkan partisipasi aktif siswa melalui project-based learning. Pema, 5(2), hlm. 441–449.
Handani, S.S. (2026). Teori konstruktivisme.
Hendrianty, B.J., Ibrahim, A., Iskandar, S. dan Mulyasari, E. (2024). Membangun pola pikir deep learning guru sekolah dasar. Kalam Cendekia, 12(3).
Hidayati, I.N., Berliana, C.I. dan Zaman, B. (2024). Penerapan problem based learning dalam meningkatkan berpikir kritis pada pembelajaran PAI. JIDER, 4(6).
Humam, M.S. dan Hanif, M. (2025). Strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan keterampilan kritikal siswa. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 3(3), hlm. 89–108.
Kurniawan, D., Husna, A., Nurlela, M.P.F. dan Zulfahmi, M.N. (2024). Analisis pengalaman belajar siswa melalui pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar, 3(1).
Lestari, A.I., Ndona, Y. dan Gultom, I. (2024). Pengembangan sosial emosional siswa dengan perspektif konstruktivisme sosial Vygotsky. JIIP, 7(11), hlm. 12441–12445.
Lim, W.M. (2024). What is qualitative research? an overview and guidelines. Australasian Marketing Journal, 33(2).
Lin, H., Wan, S., Gan, W., Chen, J. dan Chao, H.C. (2022). Metaverse in education: vision, opportunities, and challenges. IEEE International Conference on Big Data, hlm. 2857–2866.
Maidah, N. dan Nurhidayati, T. (2025). Inovasi strategi pembelajaran PAI berbasis kontekstual. Journal of Islamic Education and Pedagogy, 2(2), hlm. 114–126.
Meli, M.P., Harto, K. dan Pratama, I.P. (2025). Integrasi teori kognitivistik dalam pembelajaran berbasis proyek. Pendas, 10(4), hlm. 292–301.
Miles, M.B., Huberman, A.M. dan Saldaña, J. (2015). Qualitative data analysis: a methods sourcebook.
Nadhiroh, S. dan Anshori, I. (2023). Implementasi kurikulum merdeka dalam pengembangan berpikir kritis PAI. Fitrah, 4(1).
Nafiah, D.A., Hamidah, F., Mufidah, S. dan Zaman, B. (2024). Tinjauan metode active learning dalam pembelajaran PAI. IHSAN, 2(4), hlm. 187–198.
Nugrahani, F., Susilo, D.L., Handayani, D. dan Putri, N.N. (2026). Pengalaman belajar sebagai pemantik motivasi intrinsik siswa. Jurnal Wawasan Pendidikan, 6(1), hlm. 460–469.
Patty, J. dan Que, S.R. (2023). Reflective teaching melalui penelitian tindakan kelas. GABA-GABA, 3(1), hlm. 171–178.
Pramana, C., Chamidah, D., Suyatno, S. dan Renadi, F. (2021). Strategies to improve education quality in Indonesia. Turkish Online Journal of Qualitative Inquiry, 12(3).
Putri, C.A., Aryafni, C.J., Ardian, D. dan Wahyuningsih, Y. (2026). Penerapan CTL dalam pembelajaran IPS. EduTech, 12(1).
Ramadhani, A. dan Winarno, A. (2025). Transformasi pembelajaran dengan teknologi dalam perspektif konstruktivisme. Akhlak, 2(1), hlm. 312–323.
Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah, 17(33), hlm. 81–95.
Rivas, S.F., Saiz, C. dan Ossa, C. (2022). Metacognitive strategies and critical thinking. Frontiers in Psychology, 13.
Rofiq, A. (2025). Kurikulum PAI di madrasah. JIIC, 2(5).
Rosyidiana, H., Nurlaily, V.A. dan Rezania, V. (2025). Neuropsikologi pendidikan dasar. Sidoarjo: Umsida Press.
Rusdiana, R., Zaenab, S.N.N. dan Sari, A.M.M. (2025). Dimensi kognitif dan sosial emosional. Jurnal Media Akademik, 3(6).
Sholeh, M.I., Sokip, S. dan Syafii, A. (2024). Pengaruh kinerja guru terhadap prestasi belajar siswa. JKIPP, 3(1), hlm. 47–64.
Sikana, A.M., Fauzi, I. dan Zawawi, M.I. (2025). Integrasi keterampilan 4C dalam pembelajaran abad ke-21. Auladuna, 7(2), hlm. 170–180.
Siswantara, Y. (2025). Berpikir reflektif: pengembangan karakter di era AI.
Srihartini, Y. dan Wahyudi, T. (2025). Strategi pembelajaran berbasis active learning dalam PAI. At-Tadris, 4(2), hlm. 276–282.
Sugiarti, D.H., Syihabuddin, S. dan Sastromiharjo, A. (2026). Berpikir kritis dalam wacana akademik. Indonesian Language Education and Literature, 11(2), hlm. 200–213.
Sugiyono (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suhirman, L., Ismadi, I. dan Fu’adi, F. (2026). Metode dan teknik pembelajaran.
Sumarni, E.M. dan Wahyuni, S. (2025). Penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran PAI. Jurnal Pedagogi, 2(3), hlm. 25–38.
Surawan (2022). Efforts to improve PAI learning through critical thinking model. Journal of Contemporary Islamic Education, 2(1).
Syafei, I. (2025). Media pembelajaran.
Syauqi, M. (2025). Kurikulum PAI yang membebaskan. AN-NUR, 1(2).
Xu, E., Wang, W. dan Wang, Q. (2023). Collaborative problem solving and critical thinking. Humanities and Social Sciences Communications, 10(1).
Zain, N.H., Iswantir, I., Wati, S. dan Zakir, S. (2025). Reformasi pendidikan agama Islam masa depan. Invention, 6(2).