REVITALIZING THE FUNCTIONS OF THE MOSQUE AS THE JUVENILE DELINQUENCY PREVENTION EFFORT

  • Salis Irvan Fuadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Abstract

masjid difungsikan sebagai pusat kegiatan umat di zaman Rasulluah SAW. Sekarang
ini fungsi masjid hanya digunakan dalam kegiatan yang sifatnya keagmaan saja seperti
sholat. Masyarakat terutama remaja jarang memaksimalkan masjid untuk kegiatan selain
agama. Hal ini bagi remaja akan menimbulkan rasa sungkan pada masjid dan yang lebih
mengkhawatirkan kegiatan remaja kurang terkontrol. Kenakalan remaja sudah sangat
merata di lingkungan masyarakat. Revitalisasi fungsi masjid sebagai upaya mencegah
Juvenile Deliqeuecy (Kenakalan Remaja) sangat diperlukan. Adapun revitalisasi fungsi
masjid sebagai upaya pencegahan Juvenile Deliquency (Kenakalan Remaja) meliputi bidang organisasi, ibadah, pendidikan, sosial dan ekonomi. Dalam bidang organisasi yaitu
memaksimalkan peran ikatan remaja masjid, dalam bidang ibadah yaitu program “malu
tanpa berjama’ah”, kemudian dalam bidang pendidikan yaitu “masjid gudang ilmu”, serta
“ masjid solusi msyarakat” revitalisasi bidang sosial dan yang terakhir bidang ekonomi
yaitu “ ekonomi remaja berbasis masjid”.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A Hj Ab Rahman, A Mohamed, W.I.Wan
Ahmad, F Adam, Z Mohamad. 2012.
“Religious Education Programs In The
Rural Mosques, Terengganu, Malaysia”.
British Journal of Humanities and Social
Sciences. November 2011, Vol. 2 (2).
Amin, Samsul Munir. 2009. Sejarah Peradaban
Islam. Jakarta: Amzah
Arief, Armai. 2014. Sejarah Pertumbuhan dan
Perkembangan Lembaga- Lembaga
Pendidikan Islam Klasik. Bandung:
Angkasa.
Astari, Puji. 2014. “Mengembalikan Fungsi
Masjid Sebagai Pusat Peradaban
Masyarakat”. Jurnal Ilmu dakwah dan
Pengembangan Komunitas. VOL. 9
No.1 Januari 2014.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 1994.
Ensiklopedi Islam, Cet. Ke 2, PT. Jakarta:
Ichtiar Baru Van Houve.
Fahmi, Asma Hasan. 1997. Sejarah dan
Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan
Bintang.
Farahati, Abbasali. 2011. “The Mosque as the
First Political-Ideological Base in the
Islamic Society”. Journal of Politics and
Law Vol. 4, No. 1; March.
Fathurrahman. 2015. “Masjid Sebagai Pusat
Pendidikan Islam Masa Klasik”. Jurnal
Studi Pemikiran Pendidikan Agama
Islam Kreatif, Vol. XII No. 1 Januari
2015.
Hasarudin. 2011. “Madrasah pada Masa Islam
Klasik: Analisis Historis atas Metode
yang Digunakan,” Hunafa: Jurnal Studia
Islamika vol. 8, No. 1 Juni 2011.
Maqdisi, George. 1981. The Rise of Colleges:
Institution of Learning in Islam and the
West, (Edinburgh: Edinburgh UniversityPress: 1981), 21.
Mohd Sanusi, Zuraidah, dkk, The Effects of
Internal Control System, Financial
Management and Accountability of
NPOs: The Perspective of Mosques
in Malaysia, Malaisya: Jurnal
Internasional, 2015.
Mulyono, Rekonstruksi Peran dan Fungsi M U A
D D I B Vol.07 No.01 Januari-Juli 2017.
Muslim, Aziz. 2004. “Manajemen Pengelolaan
Masjid.” Jurnal Aplikasi llmu-ilmu
Agama, Vol. V, No. 2, Desember.
Hlm.105-114.
Pertiwi, Ruspita Rani. 2008. “Manajemen
Dakwah berbasis Masjid”, Jurnal MD
Vol I No. 1 Juli-Desember.
Zaimeche, Saleh. 2002. Education in Islam The
Role of the Mosque. United Kingdong:
Foundation for Science Technologi and
Civilation.
Zulkiple & Jazeel. 2013. “History, Distribution
and Affiliation of Mosque in Muslim
Minority of Sri Lanka”. International
Journal of Humanities and Social
Science Vol. 3 No. 1
Published
2019-10-05
How to Cite
Fuadi, Salis. 2019. PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2 (1), 53-64. Accessed August 12, 2022. https://doi.org/https://doi.org/10.32699/paramurobi.v2i1.816.

STATISTICS

Abstract viewed = 5 times
pdf (Bahasa Indonesia) downloaded = 0 times