Pengaruh Brand Awareness, Perceived Quality, Asosiasi Merek dan Nutrition Label Terhadap Keputusan Pembelian
(Studi Pada Konsumen Mi Instan Supermi di Kalangan Mahasiswa Prodi Manajemen Angkatan 2019 UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo)
DOI:
https://doi.org/10.32699/jamasy.v6i4.12445Keywords:
brand awareness, perceived quality, asosiasi merek, nutrition label, keputusan pembelianAbstract
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Brand Awareness, Perceived Quality, Asosiasi Merek dan Nutrition Label Terhadap Keputusan Pembelin Mi Instan Supermi. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang dimaksud.
Metode - Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini, menggunakan metode simple random sampling dipadukan dengan probability sampling. Data yang digunakan adalah data yang diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh responden. Jumlah sampel sebanyak 153 serta menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Pengolahan data menggunakan program SPSS 23.
Hasil - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Brand Awareness berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian mi instan Supermi yang menunjukkan nilai t hitung 4,872 > t tabel 1,97601 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Perceived Quality berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian mi instan Supermi yang menunjukkan nilai t hitung 4,082 > t tabel 1,97601 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Asosiasi merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian mi instan Supermi yang menunjukkan nilai t hitung 2,743 > t tabel 1,97601 dengan nilai signifikan 0,007 < 0,05. Nutrition label berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian yang menunjukkan t hitung 2,572 > t tabel 1,97601 dengan nilai signifikan 0,011 < 0,05. Secara simultan, brand awareness, perceived quality, asosiasi merek dan nutrition label berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian mi instan, hal ini terbukti dengan nilai F hitung 95,983 > F tabel 2,43 dengan nilai siginikan 0,000 < 0,05. Berdasarkan uji R2 menunjukkan Adjusted R Square sebesar 0,714 artinya 71,4% Keputusan Pembelian mampu dijelaskan oleh Brand Awareness, Perceived Quality, Asosiasi Merek dan Nutrition label.



