Pengaruh Literasi Keuangan, Love Of Money, Lingkungan Keluarga, Dan Self Efficacy Terhadap Minat Berwirausaha
(Studi Pada Mahasiswa FEB UNSIQ)
DOI:
https://doi.org/10.32699/jamasy.v6i4.12434Kata Kunci:
pengaruh literasi keuangan, love of money, lingkungan keluarga, dan self efficacy, minat berwirausahaAbstrak
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, love of money, lingkungan keluarga, dan self efficacy terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa FEB UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo.
Metode - Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang merupakan mahasiswa FEB UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo. Cara pengambilan sampel menggunakan Simple random Sampling, sedangkan dalam penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer yang berasal dari responden dan dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, lalu diolah menggunakan SPSS. Uji dianalisis dengan menggunakan analisis linear berganda kemudian menggunakan uji statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji f, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan pengujian hipotesis meliputi uji signifikansi koefesien regresi dengan tingkat signifikansi 5%, uji statistik t, dan uji koefisien determinasi.
Hasil - Hasil penelitian ini menyatakan bahwa literasi keuangan, love of money, lingkungan keluarga, dan self efficacy berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa FEB UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo.
Implikasi - Hasil Penelitian ini diharapkan bermanfaat secara praktis, terutama bagi mahasiswa sebagai motivasi untuk meningkatkan literasi keuangan, mengelola sikap terhadap uang, memanfaatkan dukungan keluarga dalam menumbuhkan minat berwirausaha, serta mampu mengefikasikan dirinya. Bagi FEB UNSIQ, hasil penelitian dapat menjadi masukan dalam pengembangan program kewirausahaan, sementara bagi keluarga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya dukungan terhadap anak. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pemberdayaan generasi muda guna menekan angka pengangguran.



