OPTIMIZING MENTAL HEALTH DEVELOPMENT BY ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS
DOI:
https://doi.org/10.32699/2hydj209Keywords:
Optimization, Guidance, Mental Health, Islamic Religious EducationAbstract
Membina mental merupakan suatu keharusan serta bagian dari kehidupan pribadi manusia. Sikap dan tindakan manusia dalam hidupnya merupakan pantulan kepribadiannya yang tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam membina kesehatan mental siswa di SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pembinaan mental siswa dilakukan guru dengan melakukan pendekatan secara keagamaan, menjadi contoh teladan yang baik bagi siswa dan memberikan bimbingan serta nasehat. Guru pendidikan agama Islam membina kesehatan mental siswa dengan menjadi teladan yang baik, menunjukkan perilaku-perilaku positif kepada siswa, sikap disiplin, ikut serta membimbing dan mendampingi siswa melaksanakan sholat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an di sekolah, mencontohkan hubungan baik sesama guru sampai dengan tidak menyudutkan siswa ketika sedang menghadapi masalah. kesimpulan dari penelitian ini adalah guru pendidikan agama Islam sudah melaksanakan perannya dengan baik dalam membina kesehatan mental siswa di SMA Negeri 1 Gaung Anak Serka.
References
Darajat Zakiyah. (1995). Pendidikan Islam dalam Keluarga dan Sekolah. Jakarta: Ruhama.
Handayani Sri Eka. (2022). Kesehatan Mental (Mental Hygiene), Banjarmasin: Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin.
Hawi Akmal. (2014) Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Rajawali Pers.
Ismail Suhartini. (2016). Pendidikan Kesehatan Mental di Sekolah. Jakarta: Radar Jaya.
Mansyur Yahsyalloh A & Hakimuddin Salim. (2023). Peran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Menjaga Kesehatan Mental Siswa di SMP Negeri 2 Wonogiri, Jurnal Pendidikan Islam, No. 001 Vol. 12.
Mulyasa. (2008). Standar kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Rosda karya.
Nurtiwiyono Heru. (2023). PERAN GURU BAGI KESEHATAN MENTAL SISWA SEKOLAHMENENGAHATAS DALAM PROSES MENGAJAR, Jurnal Pendidikan dan Konseling, No. 2 Vol. 3.
Priansa Juni Donni. (2014). Kinerja dan Profesionalisme Guru, Bandung: Alfabeta.
Ramayulis. (2002). Psikologi Agama, Jakarta: Kalam Mulia.
Rosyid Moh. Zaiful. Dkk. (2018). Prestasi Belajar. Malang: Literasi Nusantara.
Saifunnur Moh. Andra. Dkk. (2025). Peran Guru PAI Dalam Menjaga Kesehatan Mental Peserta Didik di SDN Tambakaji 03 Bringin Semaran, Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Volume 02
Salim & Syahrum. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.
Suyanto. (2006) Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Sya’ban Ziyah Fadilatus. Dkk. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Kesehatan Mental Siswa MAN 2 Jakarta, Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, No. 1 Vol. 6.
Uno Hamzah B. (2011). Profesi Kependidikan Problema, Solusi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Usman Moh. Uzer. (1995). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yasipin dkk. (2020). Peran Agama dalam Membentuk Kesehatan Mental Remaja, Jurnal Manthiq, No. 1 Vol. V.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 zulkifli zulkifli (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright Notice
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format), and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
