PELESTARIAN TARI LENGGER KELOMPOK LANGENSARI WONOSOBO MELALUI INTEGRASI NILAI-NILAI RELIGIUS ISLAM, KEARIFAN LOKAL, DAN PENDIDIKAN KARAKTER
DOI:
https://doi.org/10.32699/ww75z622Keywords:
Tari Lengger, nilai religius Islam, kearifan lokal, pelestarian budaya, pendidikan karakterAbstract
Penelitian ini mengkaji pelestarian Tari Lengger Langensari di Desa Jambusari, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, dengan fokus pada integrasi nilai-nilai religius Islam, kearifan lokal, dan pendidikan karakter. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka sebagai sumber pendukung. Temuan menunjukkan bahwa pelestarian tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan gerak, topeng, musik, kostum, dan repertoar, tetapi juga melalui internalisasi nilai religius dalam tata kelola kelompok. Bentuknya meliputi doa bersama sebelum pertunjukan, penghentian pertunjukan ketika waktu salat, salat berjamaah, pesan moral untuk memilih perilaku baik dan meninggalkan perilaku buruk, serta pesan reflektif Tari Gondangkeli tentang kematian dan doa. Pemaknaan lokal “elingo ngger marang Gusti Pangeran” menjadi salah satu narasi spiritual yang hidup dalam komunitas. Nilai religius tersebut juga berfungsi sebagai mekanisme etis untuk membangun disiplin anggota dan memperbaiki citra sosial kesenian. Novelty penelitian terletak pada penghubungan tiga ranah yang selama ini cenderung terpisah, yaitu pelestarian bentuk budaya, internalisasi nilai religius dalam praktik organisasi seni, dan transformasi temuan menjadi sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian menyimpulkan bahwa keberlanjutan budaya memerlukan keseimbangan antara autentisitas bentuk, nilai, regenerasi, tata kelola komunitas, dan pendidikan.
References
Abdul Fatah Nasution, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: CV. Harfa Creative, 2023).
Ahmad Faturrohman, Ahmad Khoiri, and Desty Putri Hanifah, ‘Hermeneutika Makna Hidup Dan Mati Perspektif Pendidikan Agama Islam Dalam Tembang Gondang Keli Grub Kesenian Rukun Sari Kecamatan Kertek’, Pendas, 2026.
Ari Mulyana, Siti Irene, and Astuti Dwiningrum, ‘Lengger Seni Tradisional Perekat Nilai-Nilai Sosial Budaya Dan Upaya Pembelajarannya Pada Masyarakat Wonosobo’, Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru 9.1 (2024), 400–407.
Bagus Syarifuddin Latif and Rais A Yudian, ‘Lengger Lanang Dance Culture From the Perspective of Muslim-Friendly Tourism’, Journal of Turism Science, 3.June (2026), 563–74 <https://doi.org/10.62885/toursci.v3i6.1259>.
Fenty Noer 1) and Rahmawati Zulfiningrum, ‘Fungsi Kelompok Langensari Dalam Upaya Pelestarian Tari Lengger Wonosobo’, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 7 (2022), 9–26.
Livia Setyawati, ‘Budaya Tari Lengger Dalam Perspektif Hukum Islam Di Kabupaten Wonosobo’, Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 4.1 (2021), 64–77.
Najwa Bilhaq Iskandar, Laetare Clara Febrianti, Fitri Maudi, Rifai Setia Utama and Mutiara P. Eksistensi Lengger Lanang dalam Persepsi Sosial Masyarakat Banyumas, Jurnal pengabdian kepada masyarakat nusantara 2026
Sabila Hikmah Najwa Bilhaq Iskandar, Laetare Clara Febrianti, Fitri Maudi, Rifai Setia Utama and Puri Septiana Nursetiyawati Mutiara P, ‘Eksistensi Lengger Lanang Dalam Persepsi Sosial Masyarakat Banyumas’, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 7.1 (2026), 1714–22.
Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2016).
Suharyo, Agus Maladi Irianto, and Wahyudi, ‘Model-Model Pengembangan Atraksi Kesenian Tradisional Wonosobo, Sebagai Strategi Pemahaman Wawasan Wisata Masyarakat Lokal’ (Semarang: Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Diponegoro, 2010).
Try Agung and Handaya Putra, ‘Kearifan Lokal Upacara Larungan Telaga Ngebel’, Jurnal Civic Hukum 2.November (2017), 65–77.
Utiya Ni, ‘Makna Cantik Pada Penari Lengger Di Kabupaten Wonosobo’, Journal of Feminism and Gender Studies 2018, 1–11.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal retain copyright and full publishing rights without restrictions, and grant the journal the right of first publication. Articles are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0), which allows others to share and adapt the work with an acknowledgement of authorship and of the initial publication in this journal. Authors may enter into separate, additional arrangements for the non-exclusive distribution of the published version (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.




