KARAKTERISTIK DAN EVOLUSI VISUAL ORNAMEN INTERLACED SERTA KNOTTED KUFI: STUDI KASUS ARSITEKTUR ISLAM AWAL DI ACEH, KUDUS, JEPARA, DAN CIREBON

Authors

  • Heri Hermanto Universitas Sains Al-Qur'an

DOI:

https://doi.org/10.32699/jiars.v16i1.12368

Keywords:

Akulturasi, Interlaced, Knotted Kufi, Langgar Dalem, Langgar Bubrah, Masjid Mantingan

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan ornamen global Islam—jalinan geometris (interlaced) dan epigrafi Kufi bersimpul (knotted Kufi)—serta lokalisasinya dalam arsitektur Islam awal di Nusantara. Berfokus pada situs arkeologis spesifik di Aceh, Kudus, Jepara, dan Cirebon, penelitian ini menganalisis morfologi visual, penempatan struktural, dan strategi akulturasi kedua ornamen tersebut saat berinteraksi dengan tradisi seni pra-Islam. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan morfologi visual dan historis-arkeologis, hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakteristik yang kontekstual di setiap wilayah. Di Aceh, ornamen knotted Kufi mendominasi media epigrafis batu nisan Makam Nahrasyiyah di bawah pengaruh tradisi Fatimiyah. Di Kudus, motif jalinan dan simpul geometris diadaptasi secara unik pada Lawang Kembar Masjid Sunan Kudus, relief dinding Langgar Dalem, serta tatanan bata merah Langgar Bubrah. Di Jepara, panel relief batu pada dinding Masjid Mantingan (1559 M) menjadi puncak teknik interlace anikonik yang menyamarkan figur makhluk hidup menjadi stilisasi dan sulur tumbuhan. Sementara itu, di Cirebon, ragam hias ini bermigrasi ke dalam ukiran kayu jati yang luwes pada tiang mihrab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan ornamen interlaced dan knotted Kufi pada situs-situs tersebut merupakan proses vernakularisasi yang berhasil menjembatani teologi Islam global dengan memori visual lokal masyarakat Nusantara.

References

Ajis, A. A. (2020). Analisis morfologi nisan sultan-sultan Kerajaan Samudera Pasai. Jurnal Panalungtik, 3(2), 143–157. doi.org

Ambary, H. M. (1998). Menemukan peradaban: Jejak arkeologis dan historis Islam di Indonesia. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Blair, S. S., & Bloom, J. M. (1996). The Art and Architecture of Islam, 1250–1800. Yale University Press.

Buku Sejarah Kebudayaan Islam Indonesia. (2014). Buku sejarah kebudayaan Islam Indonesia - Jilid 5: Seni rupa dan arsitektur kuno. Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemendikbud RI.

Ettinghausen, R., Grabar, O., & Jenkins-Madina, M. (2001). Islamic art and architecture 650–1250 (2nd ed.). Yale University Press.

Hermanto, H. (2024). Kesinambungan bentuk ornamen pada Masjid Langgar Dalem, Langgar Bubrah, dan Masjid Menara Kudus Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Arsitektur, 14(1), 75–81. doi.org

Institut Seni Indonesia Yogyakarta. (2013). Transformasi Bentuk dan Makna Ragam Hias Indonesia. ISI Yogyakarta Press.

Irsyada, A. E., & Jeremiah, S. E. (2025). Continuity and change in Javanese ornamental art: A process of acculturation. Humaniora, 37(1), 25–34. doi.org

Moquette, J. P. (1913). De datum op den grafsteen van Malikah Nahrasyiyah te Samudra [Tanggal pada batu nisan Malikah Nahrasyiyah di Samudra]. Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde, 54, 536–548.

Rahayu, S., Sujana, A., & Zaenudin, R. (2020). Morfologi visual dalam kesenian Badogar Sanggar Gentra Sawargi Kabupaten Garut. Atrat: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 74–81.

Supatmo. (2014). Keunikan ornamen bermotif figuratif pada kompleks bangunan Masjid Kudus Minaret. Imajin: Jurnal Seni, 7(1), 63–80.

Tabbaa, Y. (2001). The transformation of Islamic art during the Sunni revival. University of Washington Press.

Taqiyuddin, M. (2011). Daulah Shalihiyyah di Sumatra: Jejak sejarah Kesultanan Samudra Pasai. Central Information of Samudra Pasai (CISAH).

Tavsan, C., & Sipahi, S. (2017). The impact of the eras and varieties of Kufic art, on the placement of Kufic in architectural design. Journal of Architectural Research and Development, 1(2), 45–58. doi.org

Internet:

https://sultanateinstitute.com/tombstone/4011/batu-nisan-malikah-nahrasyiyah-ratu-pertama-di-kesultanan-samudra-pasai

https://idsejarah.net/2017/04/masjid-menara-kudus-dan-makam-sunan.html#google_vignette

https://hima.fib.ugm.ac.id

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hermanto, H. (2026). KARAKTERISTIK DAN EVOLUSI VISUAL ORNAMEN INTERLACED SERTA KNOTTED KUFI: STUDI KASUS ARSITEKTUR ISLAM AWAL DI ACEH, KUDUS, JEPARA, DAN CIREBON. Jurnal Ilmiah Arsitektur, 16(1), 83-89. https://doi.org/10.32699/jiars.v16i1.12368