Humor Gelap Sebagai Strategi Komunikasi Kritik Terhadap Krisis Empati Pejabat Dalam Situasi Bencana Di Aceh Pada Akun Instagram @Darketive
DOI:
https://doi.org/10.62022/4rtyez35Keywords:
Humor Gelap, Krisis Empati, Bencana Aceh, @darketive, Analisis Wacana Kritis, Katarsis DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena humor gelap sebagai strategi komunikasi kritis sebagai respons terhadap krisis empati pejabat publik selama situasi bencana di Aceh, sebagaimana digambarkan pada akun Instagram @darketive. Dalam lanskap media baru, humor gelap tidak lagi dipandang sekadar sebagai komedi marjinal, melainkan telah bertransformasi menjadi instrumen wacana politik nonkonvensional yang digunakan oleh netizen untuk menanggapi anomali sosial. Dengan memanfaatkan paradigma kualitatif bersama Analisis Wacana Kritis (CDA), khususnya model yang dikembangkan oleh Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji bagaimana elemen visual dan tekstual diintegrasikan untuk membangun narasi satir mengenai ketidakpekaan pihak berwenang di tengah krisis. Temuan menunjukkan bahwa @darketive memanfaatkan humor gelap sebagai mekanisme katarsis digital untuk meredakan ketegangan psikososial yang disebabkan oleh kekecewaan terhadap birokrasi. Dari sudut pandang komunikasi, penggunaan sarkasme dan metafora seperti “jalur langit” terbukti efektif dalam menciptakan rasa kedekatan dan memperkuat solidaritas organik di dunia maya sebagai bentuk kontrol sosial horizontal. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan literatur mengenai etika komunikasi digital dan dinamika partisipasi publik di era disrupsi, khususnya dalam konteks komunikasi krisis regional.
References
Achmad Akbari, Rusma Noortyani, & Muhammad Rafiek. (2024). Kajian Pragmatik Terhadap Kritik Sosial Melalui Humor Dark Jokes Tretan Coki Pada Akun “Tiktok” Komedi.Gelapp. Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya, 14(2), 224–240.
Aprilia, M., Yanuarsih2, S., Letreng3, W., Pgri, R., & Tuban, I. (n.d.). Humor Sarkasme Sebagai Kritiik Sosial Dalam Acara Lapor Pak! Trans7 (Vol. 5, Issue 4). https://dmi-journals.org/deiktis/index
Dadang Hermawan, A., & Hamdani, A. (2023). Critical Discourse Analysis Of Norman Fairclough On Online Media Reporting About The Rohingya Refugee Crisis. In Print) (Vol. 6). Online.
Dwi Aprilia, Fajar Setiawan, & Fatmawati. (2025). Gaya Bahasa Sarkasme Dalam Kolom Komentar Di Akun Tiktok @Dedycombuzer: Kajian Semantik. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(6), 1157–1164. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i6.693
Fairclough, N. (n.d.). Critical Discourse Analysis: The Critical Study Of Language.
Fuadi Isnawan, S.H., M. H. (2021). KOMEDI GELAP (DARK JOKES) DAN BATASANNYA DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA Fuadi. Diversi Jurnal Hukum, 7(1), 129–150. https://ejournal.uniska-kediri.ac.id/index.php/Diversi/article/download/433/473
Kurniati, M. (2024). Analisis Tindak Tutur Perlokusi terhadap Kritik Sosial melalui Humor Gelap dalam Video Youtube Somasi: Kajian Pragmatik. Multatuli: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 22–34.
Permata Sari, W., Setyonegoro (2025). Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pemberitaan Internasionalisasi Bahasa Indonesia di media Antaranews.com. 3(1), 1–14. https://doi.org/10.59638/isolek.v3i1.417
Prasetya, H., & Wahdiyati, D. (n.d.). Pemanfaatan Humor Dalam Komunikasi Relasional Sebagai Upaya Membangun Sense Of Immediacy Di Kalangan Pengajar Pada Pembelajaran Melalui Media Online. Journal Of Social Science Research, 4, 11707–11722.
Sri Rejeki Anggraeni Kartodinoto, Daru Purnomo, & Alvianto Wahyudi Utomo. (2024). Analisis Instagram Sebagai Ruang Publik Terhadap Respons Generasi Z Dalam Kontestasi Pilpres 2024 (Studi Pada Generasi Z Di Kota Salatiga). Jurnal Niara, 17(1), 20–29. https://doi.org/10.31849/niara.v17i1.19877
Sudjatmiko, D. P., & Hariyanto, D. (2024). Satire dan Kritik Sosial dalam Stand-Up Roasting Mamat Alkatiri. Journal of Library and Archival Science, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.47134/jip.v1i1.2744
Wilson, A., Susilo, D., & Menayang, A. P. (2025). Dark Jokes dalam komunikasi: Studi semiotika Roland Barthes. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(2), 416–426. https://doi.org/10.30738/sosio.v11i2.19714
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.