Pemberdayaan Mahasiswa dalam Pendampingan Kegiatan Storytelling untuk Siswa Kejuruan

  • Dina Merris Maya Sari STKIP PGRI Sidoarjo
Keywords: pemberdayaan mahasiswa, pembinaan story telling

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini terfokus pada pemberdayaan mahasiswa dalam pendampingan kegiatan story telling. Storytelling adalah alat pengajaran yang praktis dan kuat, terutama untuk pembelajaran bahasa. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mengatasi kendala-kendala dalam pelaksanaan kegiatan story telling. Kendala-kendala tersebut antara lain teknik story telling yang kurang variatif, sumber daya manusia yang kurang memadai, serta resources yang kurang tersedia. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi sekolah menengah kejuruan. Tujuan kegiatan ini adalah menyajikan teknik story telling yang baik dan benar, menyediakan sumber daya manusia (pelatih) yang berpengalaman serta resources tentang story telling. Kegiatan ini dilakukan dalam 3 tahapan. Pada tahap pertama, dilakukan obervasi pada sasaran program kegiatan untuk menentukan metode pendampingan story telling yang sesuai dengan kondisi dan situasi sasaran. Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan sekolah untuk masalah perizinan sekaligus mempersiapkan berbagai hal berkaitan dengan kegiatan. Pada tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan, dilakukan pendampingan story telling pada sasaran. Pada tahap terakhir, dilakukan kegiatan lanjutan berupa konsultasi atau bimbingan lanjutan bagi siswa-siswi maupun guru-guru yang ingin memperdalam wawasan tentang story telling. Setelah semua kegiatan dilaksanakan, pengusul menyusun laporan kegiatan. Luaran yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah sasaran dapat menerapkan teknik story telling yang baik dan benar sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa khususnya bahasa Inggris.

References

Asfandiyar, A. y. (2007). Cara Pintar Mendongeng. Jakarta: Mizan.
Asri, A. N., Indrianti, T., & Perdanasari, N. (2017, September). Penerapan Digital Story Telling Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di Program Studi Manajemen Informatika. Jurnal Ilmiah Edukasi dan Sosial, 8 (2), 81-89.
Cameron, L. (2001). Teaching Languages to Young Children. Cambridge: Cambridge.
Haryadi, T., & Irawan, D. (2016). Penanaman Nilai dan Moral Pada Anak Sekolah Dasar dengan Pendekatan Story Telling melalui Media Komunikasi Visual. Andharupa, 2 (1), 56-72.
Nation, L., & Newton, J. (2009). Teaching ESL/EFL Listening and Speaking. New York: Routledge.
Pellowski, A. (1977). The World of Story Telling. New York: RK Broker.
Richards, J. C., & S, R. T. (2008). Approaches and Methods in Language Teaching (2nd Ed). Melbourne: Cambridge University Press.
Subyantoro. (2007). Model Bercerita untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak. Semarang: Rumah Kita.
Published
2019-09-30
How to Cite
Sari, D. (2019) “Pemberdayaan Mahasiswa dalam Pendampingan Kegiatan Storytelling untuk Siswa Kejuruan”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 6(3), pp. 186-190. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v6i3.566.
Section
Articles