PENGARUH TEGANGAN PERMUKAAN DISELAT GIBRALTAR BERDASARKAN SURAT ARRAHMAN AYAT 19-20

  • Sri Jumini Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo
Keywords: Pengaruh, Tegangan Permukaan, Gibraltar, Arrahman 19-20, Dua aliran

Abstract

Penelitian ini telah menghasilkan sebuah kajian yang mendalam secara eksperimen dan kajian pustaka tentang tidak bercampurnya dua aliran laut diselat Gibraltar. Sehingga rahasia dalam surat Arrahman ayat 19-20 dapat diungkap secara ilmiah. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen dan kajian pustaka, yaitu: eksperimen digunakan untuk mengetahui faktor penyebab danya tegangan permukaan dan pengaruh tegangan permukaan terhadap dua aliran yang tidak bisa bercampur, dan kajian puataka untuk mengetahui bagaimana model aliran dua lautan yang tidak bercampur. Hasil penelitian didapatkan bahwa: 1) Model dua aliran dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar bahwa arus Selat Gibraltar sangat besar di bagian bawahnya. Air mengalir dari Laut Tengah (Mediterania) yang memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi menuju Samudera Atlantik. Arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik; 2) Air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik tidak bercampur. Batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Air laut dari laut Tengah menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.; 3) Perbedaan suhu, kadar garam dan kerapatan air laut dari laut tengah dan samudera atlantik menyebabkan tegangan permukaan kedua aliran ini berbeda, sehingga tidak bercampur.

References

Anief, Moh., (1993), “Ilmu Meracik Obat”, UGM Press, Yogyakarta, 129,130.
Anonim. 2013.”Penuntun Farmasi Fisika”. Universitas Muslim Indonesia. Makassar.
Ansel, Howard C., (1985), “Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi”, UI Press, Jakarta
Ditjen POM, 1975.”Farmakope Indonesia edisi III”. Departemen Kesehatan RI. Jakarta
Ditjen POM. 1995.”Farmakope Indonesia Edisi IV”. Departemen Kesehatan RI. Jakarta
Douglas C. Giancoli. 1999. Fisika Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Gennaro, A.R. 1990. “Pengetahuan Farmasi Fisika”. Mack Publishing Company, Easton, Pennsylvania.
http://gsumariyono.wordpress.com/2009/05/22/selat-gibraltar-1-pertemuan-dua-jenis-air-laut-yang-berbeda/ (akses : 19 Okber 2014)
Kosman, R. dkk. 2006. “Bahan Ajar Farmasi Fisika”. Universitas Muslim Indonesia. Makassar
Lachman, L. dkk. 1986. “Teori Praktis Farmasi Fisika”. Third Edition, Lea and Febiger. Washington Square Philadelphia. USA.
Martin Alfred dkk, 1993. ``Farmasi Fisika``, Edisi III, Universitas Indonesia Press, Jakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alpabeta.
Suharsimi Arikunto. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Tillman, Diane. 2012. Living Green Values Activities for Children and Young Adults A Special Rio+20 Edition. Switzerland: Association for Living Values Education International (ALIVE).
Published
2015-05-01
How to Cite
Jumini, S. (2015) “PENGARUH TEGANGAN PERMUKAAN DISELAT GIBRALTAR BERDASARKAN SURAT ARRAHMAN AYAT 19-20”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 2(2), pp. 106-113. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v2i2.354.
Section
Articles