KONSEP MACAPAT PADA PERMUKIMAN DESA-DESA DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO

  • Heri Hermanto Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ)
  • Adinda Septi Hendriani Universitas Sains Al-Qur'an
Keywords:
konsep macapat, tradisi sawah, tradisi ladang

Abstract

Macapat  adalah konsep tradisi bermukim di Jawa yang sudah berumur tua. Macapat adalah pola perkembangan permukiman yang bermula dari satu desa induk yang dikelilingi oleh empat anak desa yang terletak di empat penjuru mata angin. Konsep mancapat menjadi suatu tatanan kerja masyarakat dengan tradisi sawah dan menjadi basis geopolitik yang penting bagi kerajaan Hindu untuk mencapai kejayaannya. Sejak dulu masyarakat di kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo mengandalkan pertanian jagung dan tembakau pada ladangnya. Tradisi bermukim di desa-desa di kecamatan Kejajar diduga menggunakan konsep Macapat (Hermanto,H,2016). Kegiatan penelitian lanjutan dengan tema konsep Macapat pada permukiman desa di kecamatan kejajar ini menjadi penting, karena konsep Macapat dipakai pada masyarakat dengan tradisi sawah sedangkan di Kecamatan kejajar adalah masyarakat dengan tradisi ladang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Kreo yang di kelilingi oleh desa Tieng, desa Serang, desa kejajar, dan desa Buntu menggunakan konsep macapat dengan satu desa dikelilingi oleh 4 desa, tetapi tidak pada posisi 4 penjuru mata angin karena terhalang oleh alam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, John, 1998, Qualitative Inquiry and Reserch Design, Sage publication, London
Daldjoeni, N, 1987, Geografi Kota dan Desa, Alumni, Bandung
Hermanto, Heri, 2016, Bagenen-Botolan sebagai Kesadaran Transendetal Pada pembentukan Permukiman di Dataran Tinggi Dieng, Disertasi, Program Pasca Sarjana Arsitektur UGM, Yogyakarta
Jefta, Leibo, 1995, Sosiologi Pedesaan, Andi Offset, Yogyakarta
Koentjaraningrat, 1999, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia, Njambatan, Jakarta.
Kusdiwanggo, 2012, Peran dan pengaruh Kultur Padi pada Pola Ruang-Tempat Hunian Masyarakat Ciptagelar,Seminar Nasional Riset Arsitektur & Perencanaan # 2, Sistem Spasial pada Setting Lingkungan Kehidupan, Program Studi S3 Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Laksono, P.M, 2009, Tradisi dalam Struktur Masyarakat Jawa Kerajaan dan Pedesaan, Kepel Press. Yogyakarta
Lombard, Denys, 2005, Nusa Jawa: Silang Budaya Kajian Sejarah Terpadu, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Murray Li, Tania, 2002, Proses Transformasi Daerah Pedalaman di Indonesia, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta
Nastiti, Titi Surti, 1995, Peranan Pasar di Jawa Pada Masa Mataram Kuno (abad VIII-XI Masehi), Tesis Program Pascasarjana Program Studi Arkeologi Bidang Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Jakarta
Permana, R Cecep, 1996, Arsitektur Tradisional Masyarakat Baduy: Sebuah Kajian Budaya
Ronald, Arya, 2005, Nilai-nilai Arsitektur Rumah Tradisional Jawa, Gadjah Mada University Press,Yogyakarta
Santosa, Imam Budhi, 2012, Spiritualisme Jawa, Sejarah, Laku, dan Intisari Ajaran, Mewayu Publising, Yogyakarta
Setiadi, Hafid, dkk, 2017, Produksi Ruang Kekuasaan di Pulau Jawa Abad ke-16-17 dan Dampaknya pada Pertumbuhan Kota, Majalah Geografi Indonesia Vol.31,No.2, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta
Published
2021-05-31
How to Cite
HermantoH. and HendrianiA. S. (2021) “KONSEP MACAPAT PADA PERMUKIMAN DESA-DESA DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 8(2), pp. 168-174. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v8i2.1810.
Section
Penelitian

STATISTICS

Abstract viewed = 935 times
PDF downloaded = 238 times