Analisis Pembiayaan Umrah di Amitra Syariah Financing Banjarnegara menurut Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang ljärah Multijasa
DOI:
https://doi.org/10.59579/wbww5735Kata Kunci:
Pembiayaan Umrah, Fatwa, Ijarah MultijasaAbstrak
Amitra Syariah Financing Banjarnegara adalah salah satu lembaga keuangan syari’ah yang menawarkan produk pembiayaan umrah. Pembiayaan umrah berpedoman pada Fatwa DSN-MUI NO. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Ijãrah Multijasa. Amitra membeli jasa paket dari biro dan menyerahkannya kepada nasabah, nasabah membayar kepada Amitra dengan uang muka sesuai kesepakatan dengan minimal 15% dari harga paket dan sisanya dibayarkan secara angsuran dengan jangka waktu 12 bulan, 24 bulan, atau 36 bulan sesuai kesepakatan. Dalam pembiayaan tersebut, ujrah ditentukan berdasrakan pokok pembiayaan, bukan dari harga paket ditambah ujrah, sehingga terindikasi terdapat qardh secara implisit, dimana dalam akad qardh tidak diperbolehkan mengambil keuntungan berdasar pokok pembiayaan. Selain itu semakin lama jangka waktu, maka semakin tinggi pula jumlah angsurannya yang menimbulkan riba nasi’ah dikarenakan adanya tambahan harga yang dipengaruhi oleh lamanya waktu pelunasan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbentuk penelitian lapangan (field research). Sumber data primer diambil melalui teknik wawancara dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diambil melalui studi literatur, buku, skripsi, dan penelitian lain yang relevan. Hasil dari penelitian ini adalah Amitra bertindak sebagai penyedia dana yang membiayai kebutuhan perjalanan umrah nasabah, dengan pelunasan dilakukan melalui angsuran sesuai jangka waktu yang disepakati. Akad dilaksanakan secara tertulis dengan ketentuan yang mengikat kedua belah pihak, sedangkan besaran ujrah ditentukan berdasarkan nilai pokok pembiayaan. pembiayaan umrah di Amitra Banjarnegara telah memenuhi rukun akad ijãrah multijasa, namun penetapan ujrah yang didasarkan pada pokok pembiayaan dan jangka waktu angsuran berpotensi menimbulkan unsur riba nasiah dan qardh. Praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah menurut Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004.
Referensi
Al-Baihaqī. Sunan al-Kubrā. Vol. 6. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003.
Amalia, Khikmatun. Akad Ijārah Multijasa pada Pembiayaan Umroh di Amitra Syariah Finance Kantor Cabang Purwokerto dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Tesis, Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, 2022.
Dewan Syari’ah Nasional. Fatwa DSN-MUI No. 29/DSN-MUI/VI/2002 tentang Pembiayaan Pengurusan Haji. Jakarta: DSN-MUI, 2002.
———. Fatwa DSN-MUI No. 44/DSN-MUI/VIII/2004 tentang Pembiayaan Multijasa. Jakarta: DSN-MUI, 2004.
Evananda, Rizki Fajar. Tinjauan Hukum Islam terhadap Pelaksanaan Akad Qardh wal Ijārah pada Produk Dana Talangan Umrah di KSPPS Arthamadina Banyuputih Batang. Skripsi, Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Walisongo, 2018.
Faqih Maulana, Diky, and Abdul Rozak. “Analisis Fatwa DSN-MUI mengenai Pembiayaan Multijasa dengan Akad Ijārah pada BMT.” Az-Zarqa’: Jurnal Hukum Bisnis Islam 13, no. 1 (2021): 110.
FIF Group. “Kredit Syariah Amitra.” Accessed June 16, 2025.
Ismail. Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana, 2011.
Kasmir. Bank & Lembaga Keuangan Syariah Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Q.S. At-Thalaq: 6. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia, 2019.
Kementerian Agama Republik Indonesia. “Pak Ustad, Orangtua Ingin Haji, Tapi Ia Masih Punya Utang. Mana yang Didahulukan?” Accessed June 26, 2025.
Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. “Perkembangan Total Aset Keuangan Syariah: Momentum Awal Tahun 2025.” Accessed June 30, 2025.
Mahmudi, Mohammad, and Khairul Jannah. “Analisis Akad Ijārah Multijasa dalam Pembiayaan Haji dan Umroh Amitra Syariah Malang.” Journal of Economic and Islamic Research 2, no. 1 (2023): 84.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Mastuki. “Menjadi Muslim, Menjadi Indonesia (Kilas Balik Indonesia Menjadi Bangsa Muslim Terbesar).” 2020. Accessed June 16, 2025.
Maulida, Salamah. “Penerapan Akad Ijārah dalam Bermuamalah.” Journal of Economic Business Ethic and Science Histories 1, no. 1 (2023): 46.
Nizar, Firman, and Nita Triana. “Views of The Assembly and Shighat on the Contract and Their Implications.” Al-Amwal: Journal of Islamic Economic Law 4, no. 2 (2022): 167.
“Observasi melalui internet tentang jamaah haji dan umrah.” Indonesia, June 28, 2025.
Parno, Syariah Account Officer, Amitra Banjarnegara. Interview, May 26, 2025.
———. Interview, June 28, 2025.
———. Interview, November 15, 2025.
Prayertimes. “Global Muslim Population.” Accessed June 30, 2025.
Ronli, Romli. “Dana Talangan dalam Perspektif Hukum Islam.” Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan 5, no. 1 (2018): 30.
Saprida, Zuul Fitriani Umari, and Zuul Fitriana Umari. “Sosialisasi Ijārah dalam Hukum Islam.” AKM: Aksi Kepada Masyarakat 3, no. 2 (2023): 285.
Syafi’i Antonio, Muhammad. Bank Syariah dari Teori ke Praktek. Jakarta: Gema Insani, 2001.
Wahbah az-Zuhaili. Fiqh Islam wa Adilatuhu. Vol. 5. Jakarta: Gema Insani, 2011.
Wangsawidjaja. Pembiayaan Bank Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2010.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Lutfi Ziddan Fahriza

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.