Platform Whatsapp dan Transparansi Digital Dalam Tata Kelola Dana Desa

Penulis

  • Bambang Arianto Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwimulya

DOI:

https://doi.org/10.62022/8fjwdb75

Kata Kunci:

Whatsapp, Dana Desa, Transparansi Digital, Kewargaan Desa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengelaborasi penggunaan platform WhatsApp sebagai sarana transparansi digital dalam tata kelola dana desa di Indonesia. Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran publik perihal temuan berbagai praktik kecurangan dalam pemanfaatan dana desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi fenomenologi dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis. Data diperoleh melalui metode wawancara mendalam (in-depth interview) dengan kategori berbasis pernyataan subjek penelitian yang menjalankan aktivitas sebagai staf aparatur pemerintahan desa. Subjek penelitian menyatakan bahwa WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai platform informal yang berperan dalam memfasilitasi pemantauan partisipatif, meningkatkan visibilitas kegiatan keuangan, dan membangun kepercayaan antarpemangku kepentingan. Kendati demikian, sifat informal dari platform Whatsapp juga berkaitan dengan validitas data dan aspek literasi digital. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan sarana Whatsapp telah memperkuat indikator transparansi digital dalam tata kelola keuangan dana desa. Penelitian ini juga menemukan bahwa pemanfaatan platform Whatsapp dalam pelaporan dana desa dapat memperkuat aspek partisipasi digital kewargaan desa sebagai upaya pengawasan dana desa.

Referensi

Agustine, M., & Prasetyawati, Y. R. (2020). Pengaruh kualitas informasi Instagram dan electronic word of mouth terhadap citra dapurfit. PRofesi Humas, 5(1), 82–97. https://doi.org/10.24198/prh.v5i1.23966

Ardelia, S. I. M., & Yuadi, I. (2023). Digital government dalam menciptakan transparansi pelayanan publik: Suatu analisis berdasarkan perspektif bibliometrik. Tibanndaru: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 7(2), 111–128. https://doi.org/10.30742/tb.v7i2.2937

Arianto, B. (2023). Tata kelola media sosial sebagai institusionalisasi praktik akuntansi dalam pengelolaan dana desa di Indonesia. Akuntansi dan Teknologi Informasi, 16(2), 106–127. https://doi.org/10.24123/jati.v16i2.5644

Arianto, B., & Gunawan, A. (2024). Studi fenomenologi tata kelola dana desa berbasis aplikasi sistem keuangan desa. Jurnal Akuntansi, Auditing dan Investasi, 4(2), 48–64. https://doi.org/10.54035/jaadi.v4i2.489

Arianto, B., & Handayani, B. (2023). Media sosial sebagai saluran komunikasi digital kewargaan: Studi etnografi digital. ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media, 2(02), 220–236. https://doi.org/10.62022/arkana.v2i02.5813

Arianto, B., & Oktaviani, T. (2025). Transparency and accountability in bribery prevention in village fund governance based on citizenship behavior. Journal of Accounting and Investment, 26(1), 335–359. https://doi.org/10.18196/jai.v26i1.20840

Assydiq, G. G. G. (2013). Dimensi pelanggaran etika praktik akuntansi. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 4(2), 216–237. http://dx.doi.org/10.18202/jamal.2013.08.7194

Bertot, J. C., Jaeger, P. T., & Grimes, J. M. (2010). Using ICTs to create a culture of transparency: E-government and social media as openness and anti-corruption tools. Government Information Quarterly, 27(3), 264–271. https://doi.org/10.1016/j.giq.2010.03.001

Boczek, K., & Koppers, L. (2020). What's new about WhatsApp for news? A mixed-method study on news outlets' strategies for using WhatsApp. In Mobile News (pp. 126–144). Routledge.

Bonsón, E., Torres, L., Royo, S., & Flores, F. (2012). Local e-government 2.0: Social media and corporate transparency in municipalities. Government Information Quarterly, 29(2), 123–132. https://doi.org/10.1016/j.giq.2011.10.001

Dodds, T. (2019). Reporting with WhatsApp: Mobile chat applications’ impact on journalistic practices. Digital Journalism, 7(6), 725–745. https://doi.org/10.1080/21670811.2019.1592693

Febriyanti, R. N. (2024). Transparansi digital dalam keuangan publik syariah: Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi. Al-Iqtishad: Jurnal Ekonomi Syariah, 6(01), 69–76. https://doi.org/10.53649/al-iqtishad.v6i02.1006

Firmansyah, H. (2025). Pengaruh kompetensi aparatur desa dan pengendalian internal terhadap pencegahan kecurangan (fraud) pada pengelolaan dana desa. Jurnal Akuntansi Aisyah, 6(1), 1–11.

Fitrilia, D. I., & Rini, D. D. O. (2025). Internal control and integrity in preventing village financial fraud: Pengendalian internal dan integritas dalam mencegah kecurangan keuangan di desa. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 16(2), 10–21070.

Irwan, M., & Misidawati, D. N. (2025). Peran media sosial dalam meningkatkan efektivitas public relations institusi pendidikan tinggi. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(6), 2344–2360. https://doi.org/10.31604/jips.v12i6.2025.2344-2360

Istanti, E., Andrianto, A., & KN, R. B. (2025). Perilaku keuangan generasi milenial: Memahami pola pengambilan keputusan keuangan pada generasi digital. AKUNTANSI 45, 6(1), 01–25. https://doi.org/10.30640/akuntansi45.v6i1.4209

Kohne, J., Elhai, J. D., & Montag, C. (2022). A practical guide to WhatsApp data in social science research. In Digital phenotyping and mobile sensing: New developments in psychoinformatics (pp. 171–205). Springer.

Lindquist, E. A., & Huse, I. (2017). Accountability and monitoring government in the digital era: Promise, realism and research for digital-era governance. Canadian Public Administration, 60(4), 627–656. https://doi.org/10.1111/capa.12243

Loya, R. A. M., & Ramírez, A. C. (2024). Trends and challenges in the working conditions of digital platform workers: An analysis in the post-pandemic era. In Public Policy Evaluation and Analysis (pp. 275–312).

Martinez-Comeche, J. A., & Ruthven, I. (2021). Engaging interaction and long-term engagement with WhatsApp in an everyday life context: Exploratory study. Journal of Documentation, 77(4), 825–850. https://doi.org/10.1108/JD-07-2020-0115

Masip, P., Suau, J., Ruiz-Caballero, C., Capilla, P., & Zilles, K. (2021). News engagement on closed platforms: Human factors and technological affordances influencing exposure to news on WhatsApp. Digital Journalism, 9(8), 1062–1084. https://doi.org/10.1080/21670811.2021.1927778

Maulan, P. A., & Fitriani, N. (2025). E-government and public trust: Examining the impact of digital transparency on citizen engagement in Southeast Asia. Dinamika: Jurnal Manajemen Sosial Ekonomi, 5(1), 242–252. https://doi.org/10.51903/shq0s821

Mawansyah, J. (2024). Digital transformation of village finance: Web-based SISKEUDES design for enhancing transparency and accountability in Naru Village, Bima Regency. Journal of Intelligent Decision Support System (IDSS), 7(2), 188–196. https://doi.org/10.35335/idss.v7i2.229

Megasyara, I., & Imawan, A. (2023). Implementasi good government sebagai upaya pencegahan fraud dalam pengelolaan keuangan desa. Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan, 13(2), 512–528. https://doi.org/10.22219/jrak.v13i2.23525

Omipidan, I. A., & Sanusi, B. O. (2024). Rise of social media in the digital age: WhatsApp a threat to effective communication. IMSU Journal of Communication Studies, 8(1), 142–153. https://doi.org/10.5281/zenodo.12693727

Powell, M. C., & Colin, M. (2009). Participatory paradoxes: Facilitating citizen engagement in science and technology from the top-down? Bulletin of Science, Technology & Society, 29(4), 325–342. https://doi.org/10.1177/02704676093363

Sakib, S. M. (2016). Influence of WhatsApp on communication in internal organizational. https://ssrn.com/abstract=3934409 or http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3934409

Salsabila, O. D., & Kumala, R. (2021). Efektivitas penggunaan media sosial dalam transparansi perpajakan sebagai upaya peningkatan kepercayaan publik. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 2(4), 446–453. https://doi.org/10.31334/jiap.v2i4.2951

Santos, M., & Faure, A. (2018). Affordance is power: Contradictions between communicational and technical dimensions of WhatsApp’s end-to-end encryption. Social Media + Society, 4(3), 2056305118795876. https://doi.org/10.1177/2056305118795876

Saputro, A. (2023). Pengelolaan media sosial Instagram Humas KPKNL Bekasi dalam membangun citra institusi. Global Komunika: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(2). https://doi.org/10.33822/gk.v6i2.6330

Saud, M., Ida, R., Mashud, M., Yousaf, F. N., & Ashfaq, A. (2023). Cultural dynamics of digital space: Democracy, civic engagement and youth participation in virtual spheres. International Journal of Intercultural Relations, 97, 101904. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2023.101904

Sylviani, D., & Tohani, E. (2021). Developing entrepreneurship program for rural community with WhatsApp as a social capital. In ICCOET 2021 (pp. 21–28). Atlantis Press.

10.2991/assehr.k.211101.004

Tutiasri, R. P., Santoso, W., & Rahmawati, A. (2021). Pemanfaatan WhatsApp grup sebagai media komunikasi di daerah pedesaan. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 79–92. https://doi.org/10.15642/jik.2021.11.1.79-92

Urien, B., Erro-Garcés, A., & Osca, A. (2019). WhatsApp usefulness as a communication tool in an educational context. Education and Information Technologies, 24(4), 2585–2602.

White, J. (2024). WhatsApp government: On technology, legitimacy, and the performance of roles. The Journal of Politics, 86(3), 1031–1044. https://doi.org/10.1086/729971

Wibisono, N. (2017). Mengungkap fenomena pengawasan publik terhadap dana desa di Kabupaten Madiun. Jurnal AKSI (Akuntansi dan Sistem Informasi), 2(2). https://doi.org/10.32486/aksi.v2i2.78

Yus, F. (2017). Contextual constraints and non-propositional effects in WhatsApp communication. Journal of Pragmatics, 114, 66–86. https://doi.org/10.1016/j.pragma.2017.04.003

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01