Niat dan Motif dalam Akad Syariah Perspektif Kaidah Fikih
DOI:
https://doi.org/10.32699/syariati.v11i2.9843Keywords:
Niat Motif Kaidah FikihAbstract
Niat dan motif merupakan elemen mendasar dalam hukum Islam yang memengaruhi validitas dan konsekuensi suatu perbuatan. Dalam akad syariah, niat menjadi faktor utama yang menentukan keabsahan suatu perjanjian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran niat dan motif dalam akad syariah melalui perspektif kaidah fikih, khususnya kaidah “Al-umur bimaqasidiha” (segala sesuatu tergantung pada tujuannya). Pendekatan kualitatif dengan metode studi literature, khususnya terhadap kitab yang berjudul Qawaid Al-Fiqhiyah Bain Al-Ashalah Wa Al-Taujih karangan Muhammad Bakr Ismail sebagai rujukan primer digunakan untuk menganalisis konsep-konsep niat, motif, dan penerapannya dalam bidang hukum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam akad syariah, niat yang sesuai dengan tujuan syar’i, seperti keadilan dan kemaslahatan, menjadi syarat mutlak keabsahan akad. Sebaliknya, niat yang tidak murni dapat mengakibatkan batalnya akad. Makalah ini menegaskan bahwa kaidah fikih memberikan kerangka metodologis yang penting untuk memahami dan menerapkan hukum Islam secara adil dan proporsional. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan studi hukum Islam yang lebih integratif dalam aspek muamalah.
References
al-Jaziri, A. R. (n.d.). Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba‘ah (Vol. 2). Dar al Kutub al Ilmiyah.
Anwar, S. (n.d.). Hukum Perjanjian Syariah: Studi Tentang Teori Akad Dalam Fikih Muamalat. Raja Grafindo Persada.
As-Suyuthi, I. J. (911). Ashbah Wa An Nazhair. Daar al Kitab al Ilmiyah.
Az Zuhaili, W. (1989). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 1). Dar al Fikr.
Azmi, A. A. (2019). Penerapan Kaidah Fikih tentang Niat ‘Al-Umūru Bi Maqāṣidihā’ Dalam Kasus Hukum Tindak Pidana. Taqnin: Jurnal Syari’ah Dan Hukum, 1(2).
Basir, C. (2009). Penyelesaian Sengketa Perbankan Syari’ah di Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah. Kencana.
Hasanuddin Maulana & Jaih Mubarrok. (2012). Perkembangan Akad Musyarakah. Kencana.
Hermanto, A. (n.d.). Al Qawa’id Al Fiqhiyah (Dalil dan Metode Penyelesaian Masalah-Masalah Kekinian. Literasi Nusantara Abadi.
HR. Bukhari, Kitab Bad’ al-Wahy, No. 1; HR. Muslim, Kitab al-Imarah, No. 1907. (n.d.).
Ismail, M. B. (1997). Al-Fiqhiyah Bain Al-Ashalah Wa Al-Taujih. Daar al Manaar.
Mahkamah Agung Republik Indonesi. (2008). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah. Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Moleong, L. J. (2020). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Munandar, I. (2019, Desember). Niat Dan Motivasi Dalam Transaksi Akad Syari’ah. Warta Nusantara. https://www.wartanusantara.id/2019/12/niat-dan-motivasi-dalam-akad-transaksi.html
Naja, D. (2011). Akad Bank Syari’ah. Pustaka Yustisia.
Sabiq, S. (1990). Fiqh as-Sunnah (Vol. 3). Dar al Fath.
Siddiqi, M. N. (1979). Kegiatan Ekonomi Dalam Islam: Alih Bahasa Anas Sidik. Bumi Aksara.
Sikti, A. S. S. (2019). Dinamika Hukum Islam. UII Press.
Suadi, A. (2020). Wanprestasi Dan Perbuatan Malawan Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syari’ah. Kencana.
Suadi, dkk, A. (2016). Abdul Manan: Ilmuan dan Praktisi Hukum (Kenangan Sebuah Perjuangan). Kencana.
Yafiz, M., & Iqbal, M. (2022). Kadah Fiqhiyah Dalam Ekonomi Dan Bisnis Islam. FEBI UIN SU.
Yuliadi, I. (2001). Ekonomi Islam: Sebuah Pengantar. LPPI.
Zuhdi, M. H. (2023). Qawa’id Fiqhiyah. ElHikam Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muflih Rofal, Gunawan Gunawan, Asmuni Asmuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

