Pernikahan Beda Agama dalam Al-Qur’an (Studi KomparatifTafsīr Muqātil Bin Sulaimān dan Tafsīr Al-Kasysyāf)

Authors

  • Budiman Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene, Sulawesi Barat
  • Muh Ilham Usman Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene
  • Rahmat Nurdin Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene

DOI:

https://doi.org/10.32699/syariati.v11i2.6967

Keywords:

Nikah Beda Agama Tafsir Muqātil bin Sulaimān Tafsir al-Kasysyāf

Abstract

Sebagian ulama berpendapat bahwa pernikahan beda agama diperbolehkan, sementara sebagian ulama lainnya meyakini bahwa pernikahan beda agama dilarang. Hal ini menimbulkan permasalahan terkait ayat-ayat tentang pernikahan antar agama dan analisis interpretasi ayat-ayat tentang pernikahan antar agama. Artikel ini berupaya mengungkap makna pernikahan beda agama dalam Al-Qur'an dari perspektif kitab Tafsir Muqātil bin Sulaimān dan kitab Tafsir al-Kasysyāf. Dua kitab tafsir ini ditulis oleh mufasir yang memiliki latar belakang teologi, metode, dan gaya penafsiran yang berbeda. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan. Studi ini mengungkap perbedaan dan persamaan interpretasi pernikahan beda agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muqātil bin Sulaimān dan Az-Zamakhsyari melarang pernikahan seorang muslim dengan kaum musyrik dan kafir. Muqātil bin Sulaimān berpendapat bahwa halal bagi seorang Muslim untuk menikahi ahl al-kitāb (Yahudi dan Nasrani) dengan syarat al-'afāif, yaitu mereka menjaga diri. Sementara itu, kitab Tafsir al-Kasysyāf memiliki beberapa pendapat tentang halal dan haram menikahi ahl al-kitāb. Implikasi dari penelitian ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa ada beberapa pandangan yang memperbolehkan dan melarang pernikahan antar agama yang berbeda. Penulis berharap penelitian ini dapat menjadi kontribusi bagi masyarakat dalam bidang Al-Qur'an, khususnya di bidang tafsir.

References

Al-Balkhiy, Abu al-Hasan Muqatil Ibnu Sulaiman Ibnu Basyir al-Azadi. (2015). Tafsir Muqatil Ibnu Sulaiman, Jilid. 5, Beirut Lebanon: Dar Ahyai al-Turas al-Arabiyyah.

Alfiyah, Avif, (2018). Kajian Kitab Al-Kasyaf Karya Zamakhsyari, Al-Furqan: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 1.(1).

Al-Juwaini, Mustafa al-Sawi. (1968). Manhaj Al-Zamakhsyari Fi Tafsir Al-Qur’an Wa Bayani I’jazihi, kedua. Mesir: Dar al-Ma’arif bi Misra.

Al-Khawarizmi, Abu al-Qasim Jar Allah Mahmud bin ’Umar al-Zamakhsyari. (2009), Tafsir Al-Kasysyaf ’an Haqaiqi Al-Tanzil Wa ’Uyuni Al-Aqawili Fi Wujuhi Al-Ta’wil, Cet. 3 Beirut Lebanon: Dar al-Marefah.

Al-Zarqani, Muhammad ’Abdul ’Azim. (2010). Manahil Al-’Irfan Fi ’Ulum Al-Qur’an, III Mesir: Matba’ah ’Isa al-Babi al-Halbi.

Al-Zuhaili, Muhammad Mustafa, (2006)Al-Qawaid Al-Fiqhiyyah Wa Tabiqatuha Fi Al-Mazahib Al-’Arba’ah, Cet. I; Damaskus: Dar al-Fikr.

Arifin, Zainal, (2019). Perkawinan Beda Agama’, Jurnal Lentera Kajian Keagamaan, Keilmuan Dan Teknologi, 4.(1).

Aulanni’am, (2022). Muhkam-Mutasyabih Dalam Kitab Tafsir Al-Kabir Karya Muqatil Bin Sulaiman, SUHUF, 34.(1).

Badan Bahasa, Kemendikbud, (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima (KBBI V).

bin Khalkan, 'Abu ’Abbas Syamsu al-Din Ahmad bin Muhammad bin ’Abi Bakar. (1977).Wafayatu Al-’A’yan Wa ’Abna’u ’Abna’i Al- Zaman. Beirut: Dar Sadir.

Ghazaly, Abdul Rahman, (2022). Fiqh Munakahat, Cet. 10; Jakarta: Kencana.

Ghianovan, Putri Amelia Nur Dzulhijati dan Jaka. (2022). Metodologi Zamakhsyari Tentang Penggunaan Ilmu Lughah/Bahasa Dalam Tafsir Al-Kasysyaf, At-Taisir: Journal of Indonesian Tafsir Studies, 03.(2).

Hajjaj, Jihad Ahmad. (2010). Manhaj Al-Imam Muqatil Bin Sulaiman Al-Balkhiy Fi Tafsirih. The Islamic University Gaza.

Harahap, Nursapiah. (2020). Penelitian Kualitatif, Cet. I; Medan: Wal Ashri Publishing.

Husen, Mohammad, and Dluha Luthfillah. (2019). ‘Dhabihullah Dan Politik Identitas Muslim Awal; Kajian Kritis Atas Tafsir Al-Kabir Muqatil Bin

Ibrahim, Abu ’Abdullah Muhammad bin Isma’il bin al-Mugirah bin Bardazbah al-Bukhari al-Ja’fi, (2001).Sahih Al-Bukhari, Cet. I; Beirut: Dar Tuq al-Najah.

Indonesia, Fatwa Majelis Ulama, (2005). Perkawinan Beda Agama. Jakarta.

Indonesia, Kementrian Agama Republik, (2019). Al-Qur’an Dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019 Juz 1-10, Cet. I; Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an.

Kartini, Dkk., (2023). Berbagai Pendekatan Studi Islam Teologis Dan Normatif, Jurnal Edukasi Nonformal, IV.1.

Makalew, Jane Marlen, (2013). Akibat Hukum Dari Perkawinan Beda Agama Di Indonesia, Lex Privatum, 1.(2).

Mulyaden, Asep. Muhammad Zainul Hilmi dan Badruzzaman M. Yunus, (2022). Manhaj Tafsir Al-Kasyaf Karya Al-Zamakhsyari, Jurnal Iman Dan Spritualitas, 2.(1).

Munawwir, Ahmad. (2016).Warson, Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Kedua. Surabaya.

Rahman, Anwar, (2020). Hukum Perkawinan Dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Islam Dan Hukum Administrasi, I. Jakarta: Prenadamedia Group.

Shihab, Muhammad Quraish, (2002). Tafsir Al-Misbah Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an, Cet. I; Jakarta: Lentera Hati.

Shofa, Maryam, (2011). Sisi Sunni Az- Zamakhsyarī’, Suhuf, 4.(1).

Sulaiman)’, QOF, 3. (2).

Tihami, M.A., (2022). Fikih Munakahat Kajian Fikih Nikah Lengkap, Cet. VI; Depok: Rajagrafindo Persada.

Zulaiha, Siti. (2017). Pendekatan Metodologis Dan Teologis Bagi Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Guru MI, ar-Riayah: Jurnal Pendidikan Dasar, I.(01)

Downloads

Published

2025-11-01

How to Cite

“Pernikahan Beda Agama dalam Al-Qur’an (Studi KomparatifTafsīr Muqātil Bin Sulaimān dan Tafsīr Al-Kasysyāf)” (2025) Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 11(2), pp. 181–199. doi:10.32699/syariati.v11i2.6967.