Hukum Penggunaan Paylater Perspektif Fiqh Muamalah dan Maqashid Syariah

Authors

  • Muhamad Muhamad Daffa Fajriana UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • St. Zubaidah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.32699/syariati.v12i1.11678

Keywords:

PayLater Fiqh Muamalah Maqashid Syariah Riba Fintech Syariah

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah melahirkan berbagai inovasi sistem pembayaran digital, salah satunya layanan PayLater yang memungkinkan konsumen memperoleh barang atau jasa terlebih dahulu dan melakukan pembayaran pada waktu yang telah ditentukan. Kehadiran PayLater memberikan kemudahan akses pembiayaan, namun juga menimbulkan berbagai persoalan hukum Islam terkait akad, bunga, dan denda keterlambatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum penggunaan PayLater dalam perspektif fiqh muamalah dan maqashid syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian Al-Qur'an, hadis, fatwa DSN-MUI, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum PayLater bergantung pada mekanisme akad yang digunakan. PayLater dapat diperbolehkan apabila menggunakan akad yang sesuai prinsip syariah dan bebas dari unsur riba, gharar, serta maisir. Sebaliknya, sistem yang menerapkan bunga dan denda berbasis persentase termasuk praktik yang bertentangan dengan hukum Islam. Ditinjau dari maqashid syariah, PayLater memiliki nilai kemaslahatan dalam mempermudah transaksi, namun juga berpotensi menimbulkan mafsadah berupa perilaku konsumtif dan ketergantungan utang. Oleh karena itu, penggunaan PayLater harus dilakukan secara bijak sesuai prinsip syariah

References

Almurni, M. F., Anwar, R., & Solehudin, E. (t.t.). TAFSIR AYAT DAN HADITS RIBA SERTA KAITANNYA DENGAN BUNGA BANK.

Almurni, M. F., Anwar, R., & Solehudin, E. (t.t.). TAFSIR AYAT DAN HADITS RIBA SERTA KAITANNYA DENGAN BUNGA BANK.

Anggraini, R. D. (t.t.). Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Mekanisme Paylater Syariah di Platform E-Commerce.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21(1).

Fajrussalam, H., Hartiani, D., Anggraeni, D., Malida, I., Merliana, N., & Ropiah, R. L. (2022). ANALISIS PEMBAYARAN PAYLATTER DALAM APLIKASI SHOPEE MENURUT PERSPEKTIF ISLAM. AT-TA`DIB, 6(2). https://doi.org/10.32832/at-tadib.v6i2.19547

Kamaluddin, I., & Sulton, H. (2026). Tinjauan Maqasid Syariah dalam Penggunaan Shopee PayLater. Journal for Islamic Studies, 9(2).

Kasdi, A. (2014). MAQASYID SYARI’AH PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM SYATIBI DALAM KITAB. 5(1).

Laili, S. N., & Karimah, D. A. (2025). Kajian Penggunaan Aplikasi Paylater Dalam Pandangan Maqashid Syariah. Islamic Economics and Business Review, 3(3). https://doi.org/10.59580/iesbir.v4i1.10540

Suri, T., & Jack, W. (2016a). The long-run poverty and gender impacts of mobile money. Science, 354(6317), 1288–1292. https://doi.org/10.1126/science.aah5309

Suri, T., & Jack, W. (2016b). The long-run poverty and gender impacts of mobile money. Science, 354(6317), 1288–1292. https://doi.org/10.1126/science.aah5309

Ulum, Z., & Asmuni, A. (2023). TRANSAKSI PAYLATER PERSPEKTIF HUKUM ISLAM. al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH), 5(1), 59–72. https://doi.org/10.20885/mawarid.vol5.iss1.art5

ʿAuda, Ǧāsir. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach (Ǧāsir ʿAuda, Ed.). The International Inst. of Islamic Thought.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

“Hukum Penggunaan Paylater Perspektif Fiqh Muamalah dan Maqashid Syariah” (2026) Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 12(1), pp. 69–82. doi:10.32699/syariati.v12i1.11678.