Relasi Agama dan Negara Dalam Pandangan Ibnu Khaldun
DOI:
https://doi.org/10.32699/resolusi.v2i2.993Keywords:
relasi agama-negara, kekuasaan, Ibnu KhaldunAbstract
Relasi agama dan negara adalah sebuah hal yang sangat menarik untuk diperbincangkan, karena permasalahan ini tidak selesai dibahas oleh sarjana Islam klasik saja. Bahkan sarjana Islam kontemporer terus berlanjut membahasnya. Sarjana Islam, Ibnu Khaldun memberikan pendapatnya bahwa kekuasan atau negara merupakan watak alami sebuah peradaban. Sebuah kekuasaan harus ada dalam sebuah peradaban baik dalam kondisi ada atau tidaknya sebuah agama. Ibnu khaldun juga menyatakan bahwa kehadiran agama dalam kekuasaan akan memberikan dorangan moral yang baik, pemersatu dan legitimasi politik. Dalam hal ini, pemikiran Ibnu Khaldun tentang relasi agama dan negara dapat dikategorikan kedalam Paradigma Simbiotik.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
All articles published in Resolusi: Jurnal Sosial Politik are licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International Licence (CC BY 4.0). Under this licence, anyone may: share (copy and redistribute) the article in any medium or format; adapt/remix, transform and build upon the article for any purpose, including text and data mining. On these conditions, one shall give appropriate credit to the authors and the journal, provide a link to the licence, and indicate if changes were made, without suggesting that the authors or the journal endorse the reuse;