Urgensi Tradisi Wiwitan di Desa Bulu Kabupaten Temanggung Terhadap Kesadaran Ecoliteracy Anak Usia Dini Melalui Kajian Fenomenologi
الكلمات المفتاحية:
Tradisi Wiwitan، Ecoliteracy، Anak Usia Dini، Fenomenologi، Kabupaten Temanggungالملخص
Fokus penelitian ini adalah menganalisis lebih mendalam bagaimana membangun kesadaran ecoliteracy anak usia dini dari tradisi Wiwitan serta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Pengambilan data menggunakan pendekatan studi fenomenologi yang dilakukan di Desa Bulu kabupaten Temanggung dengan Informannya adalah Kepala Desa, Kepala Dusun, dan Guru TK Nusa Indah dan RA Nurul Huda yang secara langsung memiliki pengalaman dan andil langsung terkait partisipasi anak usia dini pada Tradisi Wiwitan. Data diambil melalui Wawancara terstruktur dan observasi langsung. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dan untuk memastikan kevalidan data peneliti menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menemukan bahwa pelibatan anak usia dini telah menjadi agenda program prioritas desa sebagai bentuk regenerasi tradisi wiwitan untuk menjaga dan melestarikan alam dalam bentuk tindakan nyata. Anak diberi tanggung jawab dalam menyebar benih, memberikan pupuk serta membawa nasi golong dan gerakan mencangkul yang memiliki sarat makna
