Implementasi Tawazun Response Capability (TRC) dalam Meningkatkan Kapasitas Inovasi Dan Kinerja Bumdes Sidodadi Desa Bojanegara Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara
DOI:
https://doi.org/10.32699/jepemas.v5i2.12770Abstrak
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan potensi lokal, pengembangan unit usaha, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, pengelolaan BUMDes pada tingkat desa masih menghadapi berbagai tantangan, terutama berkaitan dengan kemampuan merespons perubahan lingkungan bisnis, pengembangan inovasi, penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan jejaring, dan keseimbangan antara orientasi ekonomi dengan fungsi sosial dan lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan pendekatan Tawazun Response Capability (TRC) pada BUMDes Sidodadi Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara.
TRC merupakan pendekatan kapabilitas respons organisasi yang mengintegrasikan prinsip keseimbangan (tawazun) dalam proses pengelolaan organisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi observasi awal, identifikasi permasalahan, sosialisasi konsep TRC, diskusi kelompok terarah, pemetaan potensi dan masalah, pelatihan, penyusunan rencana aksi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengelola mengenai pentingnya keseimbangan antara orientasi ekonomi dan sosial, kebutuhan internal organisasi dan perubahan lingkungan, kepentingan jangka pendek dan keberlanjutan jangka panjang, serta aspek material dan spiritual dalam pengelolaan BUMDes.
Pendekatan TRC juga membantu pengelola menyusun prioritas pengembangan yang mencakup penguatan tata kelola, inovasi produk dan layanan, digitalisasi pemasaran, pengembangan jejaring, pembelajaran organisasi, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa TRC dapat menjadi pendekatan alternatif dalam memperkuat kapasitas adaptif dan inovatif BUMDes dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam dan tujuan pemberdayaan masyarakat desa.

