EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN MUHAMMAD TAHIR-UL-QADRI TERHADAP TERM AYAT PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI (WAḌRIBŪHUNNA)

Authors

  • Misbahul Huda Universitas PTIQ Jakarta
  • Mohammad Alfin Niam Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.59579/hccwz492

Abstract

Umumnya para ulama menafsiri waribūhunna dengan penafsiran haqiqi yakni menimpakan seuatu atas sesuatu (memukul). Tetapi Muhammad Tahir-Ul-Qadri menafsiri waribūhunna secara majazi. Ia menafsiri Waribūhunna bukan dengan memukul, tetapi melakukan perpisahan sementara antara kedua belah pihak (suami dan istri). Penulis bermaksud akan menelusuri bagaimana sumber, metode dan validitas penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap Waribūhunna dalam an-Nisa 34. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan. Data primer bersumber dari artikel Muhammad Tahir-Ul-Qadri yang berjudul The Linguistic and Legal Implications of ‘Waribūhunnain Sūra al-Nisāʾ (4: 34) dan sumber sekunder yang bersumber dari buku-buku dan dokumen yang terkait dengan objek penelitian. Pendekatan yang dipakai adalah pendekatan filosofis, yaitu melalui teori epistemologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber penafsiran Muhammad Tahir-Ul-Qadri terhadap waribūhunna yaitu bersumber dari teks, rasio dan realitas. Kemudian metode yang dipakai adalah metode tematik (maudhu’i), termasuk dalam corak tafsir ijtima’i dengan pendekatan tafsir kontekstual (sosio-historis). Penafsiran Qadri valid secara pragmatis karena memiliki manffat dan dapat di implementasikan. Secara korespondensi kurang valid karena bertentangan dengan salah satu riwayat fakta asbab nuzul. Sementara secara koherensi juga kurang begitu valid karena bertentangan dengan klaim ijmak para ulama. 

Published

2025-12-24

How to Cite

EPISTEMOLOGI PENAFSIRAN MUHAMMAD TAHIR-UL-QADRI TERHADAP TERM AYAT PEMUKULAN SUAMI TERHADAP ISTRI (WAḌRIBŪHUNNA). (2025). At-Ta’aruf : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2). https://doi.org/10.59579/hccwz492