Implementasi Smart Trash Bin Pemilah Logam dan Nonlogam untuk Meningkatkan Efisiensi Pengelolaan Sampah Bank Sampah Al-Furqon
DOI:
https://doi.org/10.32699/yzz43555Kata Kunci:
bank sampah, pemilahan sampah, smart trash bin, sampah logam, sampah nonlogam, pengelolaan sampah masyarakatAbstrak
Timbulan sampah nasional Indonesia mencapai 21,1 juta ton pada 2022, dengan 34,29% belum terkelola dengan baik akibat rendahnya tingkat pemilahan di sumber (KLHK, 2022). Bank Sampah Al-Furqon di RT 04 RW 05, Kelurahan Pondokcina, Kota Depok, merupakan salah satu unit bank sampah aktif yang masih mengandalkan pemilahan manual, sehingga rentan terhadap inkonsistensi dan inefisiensi, khususnya dalam memisahkan sampah logam dan nonlogam. Program pengabdian ini mengembangkan smart trash bin berbiaya rendah (di bawah Rp500.000,-) berbasis sensor induktif yang diintegrasikan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD)—suatu kombinasi yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam konteks bank sampah komunitas di Indonesia. Keunggulan alat ini dibanding penelitian sebelumnya meliputi biaya rendah, kemudahan operasional tanpa konektivitas internet, dan proses pengembangan partisipatif bersama mitra. Kegiatan pelatihan dan pendampingan melibatkan 22 peserta. Evaluasi kuesioner skala Likert menunjukkan indeks kepuasan 83,82% (mean 4,19/5,00), dengan 97,27% responden menyatakan setuju dan sangat setuju. Pengujian kinerja alat menunjukkan peningkatan akurasi pemilahan dari 72,4% menjadi 91,3%, efisiensi waktu 57,3% lebih cepat, dan volume sampah terpilah meningkat 74,4%. Program ini menyediakan model replikasi teknologi tepat guna yang dapat diadopsi oleh bank sampah komunitas lain di Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







