Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Teknologi Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga
DOI:
https://doi.org/10.32699/498dsk97Kata Kunci:
Biopori, Kompos, Sampah Organik, Smart VillageAbstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kabupaten Bondowoso, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga melalui teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB). Sebelum kegiatan berlangsung, warga belum mengenal konsep biopori dan masih membuang atau membakar sampah organik. Program dilaksanakan selama kurang lebih empat jam melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, dengan sasaran utama ibu rumah tangga sebanyak 15 peserta. Selama kegiatan, berhasil dibuat sebanyak 1–5 lubang resapan biopori di pekarangan warga. Evaluasi dilakukan melalui lembar observasi keterampilan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat. Warga mampu membuat dan memelihara biopori secara mandiri serta memanfaatkan sampah organik sebagai bahan kompos. Pemberian satu set alat biopori yang disimpan dan dikelola oleh ketua RT/RW mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, penerapan biopori berpotensi memberikan dampak positif pada aspek lingkungan dan mendukung pengembangan Smart Village berbasis partisipasi dan keberlanjutan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.







