IDENTIFIKASI MASALAH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA GUNA MENGETAHUI PENGARUH MODEL DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN

  • Qornelia Rifa Ufairiah
  • Wahyu Dian Laksanawati
Keywords:
berpikir kritis, problem based learning, STEAM

Abstract

Penelitian ini adalah studi pendahuluan dalam identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh guru dan siswa SMA dalam kegiatan pembelajaran fisika di sekolah yang dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa yang berakibat pada rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di SMA Budhi Warman II. Subyek penelitian adalah 43 orang siswa kelas X MIPA 1 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data diperoleh dari hasil observasi, kuesioner, wawancara dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik pada indikator keaktifan peserta didik sebesar 62,5%, daya ingat peserta didik terkait pelajaran sebesar 73,8%, pemahaman peserta didik terkait penerapan fisika dalam kehidupan sehari-hari sebesar 73,8%, kemampuan identifikasi fenomena secara ilmiah sebesar 54,8%, hasil belajar peserta didik di bawah kriteria ketuntasan minimum sebesar 64,5%, dan sebesar 54,8% peserta didik menganggap materi momentum dan impuls merupakan materi yang paling sulit. Penelitian pendahuluan ini akan dilanjutkan ke penelitian selanjutnya untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic (STEAM) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] T. N. Utami, A. Jatmiko, and Suherman, “Pengembangan Modul Matematika dengan Pendekatan Science, Technology, Engineering, And Mathematics (STEM) pada Materi Segiempat,” vol. 1, no. 2, pp. 165–172, 2018.
[2] Chomaidi and Salamah, Pendidikan dan Pengajaran; Strategi Pembelajaran Sekolah. Jakarta: PT Grasindo, 2018.
[3] A. Supirjono, Model-model Pembelajaran Emansipatoris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
[4] Kurniahtunnisa, K. N. Dewi, and N. R. Utami, “Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Materi Sistem Ekskresi,” J. Biol. Educ., vol. 5, no. 3, pp. 310–318, 2016.
[5] T. Hadinugrahaningsih et al., Keterampilan Abad 21 dan STEAM (Science, technology, Engineering, Art, and Mathematics) Project dalam Pembelajaran Kimia. Jakarta: LPPM Universitas Negeri Jakarta, 2017.
[6] G. Yakman and L. Hyonyong, “Exploring the Exemplary STEAM Education in the U . S . as a Practical Educational Framework for Korea,” no. August 2012, 2012.
[7] R. Annisa, M. H. Effendi, and M. Damris, “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dengan Menggunakan Model Project Based Learning Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic) Pada Materi Asam dan Basa di SMAN 11 Kota Jambi,” J. Indones. Soc. Integr. Chem., vol. 10 No 2, pp. 11–19, 2018.
[8] Sugiono, Metode Penelitian. Bandung: Alfabeta, 2018.
Published
2020-08-16

STATISTICS

Abstract viewed = 0 times
PDF (BAHASA INDONESIA) downloaded = 0 times