PROBLEMATIKA ANAK TUNANETRA DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN BRAILLE: STUDI KASUS SISWA SLB-A NEGERI 3 MARTAPURA
DOI:
https://doi.org/10.59579/zmpwrk35الكلمات المفتاحية:
Tunanetra, Al-Qur’an Braille, Pembelajaran Inklusif, Problematika Belajar, Strategi Pembelajaran.الملخص
Abstrak
Penelitian ini mengkaji tantangan yang dihadapi oleh siswa tunanetra dalam pembelajaran Al-Qur’an Braille di SLB-A Negeri 3 Martapura. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan inklusif dan pemenuhan hak belajar agama bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya tunanetra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi problematika internal dan eksternal dalam pembelajaran Al-Qur’an Braille serta mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru dan pihak sekolah untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika internal mencakup rasa percaya diri yang rendah, kesulitan mengenali huruf Braille Al-Qur’an, konsentrasi yang belum stabil, dan motivasi belajar yang minim. Sementara itu, problematika eksternal berkaitan dengan terbatasnya jumlah guru Al-Qur’an Braille yang kompeten, meskipun sarana dan lingkungan belajar sangat mendukung. Strategi yang diterapkan meliputi penggunaan metode multisensori seperti metode Abahata, alat bantu pembelajaran Braille, bimbingan individual, penguatan motivasi, serta partisipasi dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa problematika pembelajaran Al-Qur’an Braille pada siswa tunanetra bukanlah hambatan tetap, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui pendekatan pedagogis yang adaptif, lingkungan yang suportif, serta dukungan konsisten dari guru, sekolah, dan masyarakat.
Kata Kunci: Tunanetra, Al-Qur’an Braille, Pembelajaran Inklusif, Problematika Belajar, Strategi Pembelajaran.
المراجع
Cinta dan Nurul. Siswi SLB-A Negeri 3 Martapura. Wawancara pada 22 Mei 2025.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Undang-Undang Dan Peraturan Pemerintahan RI Tentang Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama RI, 2006.
Fatimah, Bacaan Al-Qur’an Siswa Tunanetra di SLB-A Negeri 3 Martapura, Skripsi (Martapura: Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin, 2022).
Ilham Othman, et al. “Effectiveness of ‘Abahata’ Method for the Visually Impaired in Learning Quran Braille: A Pilot Study.” International Journal of Modern Education 6, no. 21 (June 2024).
Jaeni, Ahmad. “The Teaching of the Qur’an for the Visually Impaired: Studies of the Teaching of the Qur’an with Braille Script in Palembang and Bengkulu.” Suhuf 9, no. 2 (2017).
Puji, Tengku Intan Zarina Tengku, Ahmad Yunus Mohd Noor, and Siti Nur Azimah Sabaruddin. “Efforts to Elevate Al-Quran Study among the Visually Impaired Group in Malaysia: Challenges and Proposals.” Mediterranean Journal of Social Sciences 6, no. 6 (2015).
Rashed, Zetty Nurzuliana, et al. “Penelitian Terhadap Pengajaran dan Pembelajaran Al-Quran Braille: Satu Analisis.” Journal of Quran Sunnah Education & Special Needs 5, no. 2 (2021).
Raus, Norakyairee Mohd, et al. “The Teaching of Quranic Braille: Its Issues and Current Challenges.” Quranica: International Journal of Quranic Research 4, no. 1 (2013).
Shofiyah, Nida, Sumedi Sumedi, Tatang Hidayat, and Istianah Istianah. “Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Kajian Al-Quran.” ZAD Al-Mufassirin 5, no. 1 (June 30, 2023): 1–17. https://doi.org/10.55759/zam.v5i1.54.
Syumarlin, Mahyudin Ritonga, and Syaflin Halim. “Alquran Learning Model for Blind Students.” Tarbawi Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Islam 7, no. 2 (2022).
Tisnawati, Nur Fadhilah, Yuliati, and Endang Purbaningrum. “Braille Innovation Technology in Teaching and Learning Process For Visual Impairment.” Jurnal Teknologi Pendidikan 24, no. 2 (2023).
“Tunanetra.” In Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, November 6, 2024. https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tunanetra&oldid=26498793.
