TRADISI HAUL DAN KHATAMAN AL-QUR’AN DI MAKAM SAPURO KEBULEN KECAMATAN PEKALONGAN BARAT
(Pendekatan Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim)
Keywords:
Haul, Khataman Al-Qur’an, Makam Sapuro, Karl Mannheim, Sosiologi Pengetahuan, Living Qur’anAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi haul dan khataman Al-Qur’an di Makam Sapuro Kebulen Kecamatan Pekalongan Barat sebagai bagian dari praktik keagamaan dan sosial yang masih dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini. Tradisi ini bukan hanya sekadar peringatan atas wafatnya tokoh agama, khususnya Habib Ahmad bin Thalib Al-Attas, tetapi juga menjadi sarana masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, mempererat silaturahmi, serta menghidupkan kembali ajaran-ajaran para ulama melalui kegiatan spiritual seperti ziarah, tahlilan, dan pembacaan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori Sosiologi Pengetahuan dari Karl Mannheim, yang menekankan bahwa pengetahuan tidak lahir dalam ruang hampa, tetapi selalu terikat dengan konteks sosial, sejarah, dan kepentingan kelompok. Hasil penelitian menggunakan pendekatan sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, menunjukkan bahwa tradisi haul dan khataman Al-Qur’an di Makam Sapuro bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada ulama, tetapi juga merupakan bentuk representasi pengetahuan, kekuasaan, dan identitas masyarakat Pekalongan. Tradisi ini diwariskan lintas generasi dan dijalankan dengan kesadaran sosial kolektif, sehingga membentuk suatu struktur sosial yang terus hidup dan berkembang. Tradisi ini sekaligus menjadi bagian dari praktik Living Qur’an, yakni menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bukan hanya dalam bentuk teks, tetapi juga dalam tindakan dan budaya yang dijalankan secara terus-menerus.
References
Dina, Nilna, ‘Ngaji On The Street (One Day One Juz) Wonosobo : Tinjauan Sosiologi Pengetahuan’, Syari’ati: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Hukum, 10.2 (2024), pp. 240–45
Dwi Alma Rosanti, Isa Anshori, ‘Tradisi Yasinan Sebagai Living Qur’an Di Desa Tropodo Kecamatan Waru’, Jurnal Publique, 4.1 (2023), pp. 39–48, doi:10.15642/publique.2023.4.1
Hamka, ‘Sosiologi Pengetahuan: Telaah Atas Pemikiran Karl Mannheim’, Journal of Pedagogy, 3.1 (2020), pp. 76–84
Hanif, Abdulloh, ‘Tradisi Peringatan Haul Dalam Pendekatan Sosiologi’, Dialogia: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 13.1 (2016), pp. 49–58
Mujamil, Ashari, Agus Riwanda, and Agoes M. Moefad, ‘Dakwah Partisipatoris Untuk Transformasi Sosial : Diskursus Manajemen Dakwah Dalam Perspektif Sosiologi-Pengetahuan’, Mawa Izh Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan,
14.2 (2023), pp. 52–79, doi:10.32923/maw.v14i2.3676
Najib, Muhamad, Yayan Rahtikawati, and Dadan Rusmana, ‘Praktik Pembacaan Ayat-Ayat Al-Qur ’ an Sebagai Dzikir’, Mashadiruna: Jurnal Ilmu Al-Quran Dan Tafsir, 2.3 (2023), pp. 367–76
Ni’mah, Ulviyatun, ‘The Living Qur’an : Self Healing Dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an’, Al-Manar: Jurnal Kajian Al-Quran Dan Hadits, 8.2 (2022), pp. 65–88
Pratiwi, Icha Arzeti, and Nabila Meidiana, ‘Nilai Islam Dalam Tradisi Haul Masyarakat Muslim’, Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 04.02 (2024)
Saloom, Abdul Ghoni and Gazi, ‘Idealisasi Metode Living Qur’an’, Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 5.2 (2021), pp. 24–25
Waroh, Silvina, and Amelia Putri, ‘Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Penguatan Literasi Digital Pada Generasi Milenial’, Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial Dan Hukum, 3.2 (2025),
pp. 323–32