PRODUKSI RUANG PUBLIK INFORMAL PADA INFRASTRUKTUR PESISIR PANTAI NUNHILA DI KOTA KUPANG
DOI:
https://doi.org/10.32699/jiars.v16i1.11486Keywords:
Ruang Publik Informal, Infrastruktur Pesisir, Produksi Ruang, Apropriasi Ruang, Praktik SpasialAbstract
Infrastruktur pesisir umumnya dirancang untuk fungsi proteksi terhadap ancaman lingkungan, namun dalam praktiknya sering mengalami transformasi fungsi melalui aktivitas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses produksi ruang publik informal pada tembok penahan gelombang di Pantai Nunhila, Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis aktivitas spasial masyarakat. Analisis didasarkan pada konsep produksi ruang Henri Lefebvre yang memandang ruang sebagai konstruksi sosial yang terbentuk melalui praktik kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang publik informal terbentuk melalui interaksi antara karakter fisik infrastruktur pesisir, pola penggunaan waktu, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Aktivitas berkumpul, rekreasi, dan perdagangan informal yang berlangsung secara rutin telah mengubah fungsi tembok penahan gelombang dari ruang teknis menjadi ruang sosial yang dimaknai dan digunakan secara kolektif. Proses tersebut menunjukkan terjadinya apropriasi ruang, di mana masyarakat membentuk fungsi dan makna baru yang melampaui tujuan awal pembangunan infrastruktur. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan mekanisme produksi ruang publik informal pada infrastruktur proteksi pesisir melalui hubungan antara praktik spasial, temporalitas aktivitas, dan proses apropriasi ruang dalam konteks kota pesisir Indonesia.
References
Ali, M., Ekawati, S. A., Irfan, M., Ahmad, Z., Jayadi, N., Munir, A. S., Maharani, A. D., & Makalalag, N. H. (2025). Waterfront public space arrangement based on the concept of placemaking in supporting the Luwuk urban area as a waterfront city. International Journal of Sustainable Development and Planning,20(11).
https://doi.org/10.18280/ijsdp.201136 scholar.unhas
Ali, M., Rasyid, A. R., Arifin, M., Akil, A., Wunas, S., et al. (2024). Sosialisasi strategi kebijakan perencanaan wisata pesisir berkelanjutan Tanjung Bira dan Lemo-Lemo di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba. Jurnal Tepat, 7(2).
https://doi.org/10.25042/jurnaltepat.v7i2.534
Annisa, A. A. N., Natasya, N., Arifin, I., & Amal, A. S. N. (2026). Transformasi ruang publik dalam bayang-bayang informalitas: Analisis spasial GOR Sudiang, Makassar. Discourse: Indonesian Journal of Social Studies and Education, 3(2), 81–95.
https://doi.org/10.69875/djosse.v3i2.203
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Gandhi, J., & Choandi, M. (2024). Pemanfaatan ruang publik kota oleh PKL dari sudut pandang arsitektur empati. Jurnal STUPA, 6(1), 311-324.
https://doi.org/10.24912/stupa.v6i1.2747 5
Ibadi, R. M. W., Roosandriantini, J., Hidayat, A., & Lestari, N. Y. (2025). Teori production of space Henri Lefebvere dalam konteks untuk membaca ruang di Indonesia. Archimane, 3(2), 193–202.
https://doi.org/10.59810/archimane.v3i2.175
Karasu, M., & Cesur, S. (2023). The relationships between appropriating public spaces and temporal experience: A transactional exploratory study. Istanbul University Journal of Sociology, 43(1), 110–131.
https://doi.org/10.26650/SJ.2023.43.1.0057
Lefebvre, H. (1991). The production of space. Blackwell Publishing.
Messakh, J., & Luwu, Y. A. (2025). Dynamics of function and activity of organic public space at Nunbaun Sabu Beach, Kupang City. Indonesian Journal of Science and Technology (IJST), 4(2),1–16.
https://doi.org/10.56127/ijst.v4i2.2146
Messakh, J., Ndoen, R., & Riwu, D. D. (2025). Pemanfaatan ruang terbuka publik dalam kajian pengembangan potensi daya tarik wisata Kota Kupang. Jurnal Ilmiah Arsitektur, 15(1), 1–12.
https://doi.org/10.32699/jiars.v15i1.8578
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Muzaki, A., Ramadani, N. N., Novalia, A. Z., Shidqi, I., Yesekal, M. H., & Siregar, H. S. (2024). Produksi dan kontribusi ruang informal pada jalanan Gang Ampiun. Jurnal Arsitektur WASTUPADMA, 2(2), 121–130.
https://doi.org/10.62024/jawp.v2i2.45
Nurqasamah, F. T., & Suryani, T. A. (2022). Efektivitas pembangunan waterfront sebagai ruang terbuka publik di bantaran sungai berdasarkan persepsi pengunjung. Indonesian Journal of Spatial Planning. 5(1), 37-44. https://doi.org/10.26623/ijsp.v5i2.8966
Prayitno, B., Prakoso, A. A., Hantono, D., Butudoka, Z., & Yulisaksono, D. (2021). Aspek ruang publik pada ruang ekonomi informal rusunawa di Surabaya. Idealog: Ide dan Dialog Indonesia, 6(1), 47–61.
https://doi.org/10.25124/IDEALOG.V6I1.3897
Susanti, A., & Paramitha, I. A. S. P. (2025). Korelasi faktor fisik ruang publik dengan persepsi tempat ketiga (third place) bagi generasi Y dan Z. ARCADE, 9(1),45–7.
https://doi.org/10.31848/arcade.v9i1.3993.
Tasywiqa, A. M. M., Rahmah, A., & Rahayu, M. J. (2025). Pola aktivitas pengunjung sektor informal pada ruang publik pasca revitalisasi Alun-Alun Utara Kota Surakarta. Uniplan: Journal of Urban and Regional Planning, 6(1), 15–25.
https://doi.org/10.26418/uniplan.v6i1.89377
Van Oostrum, M. (2021). Appropriating public space: Transformations of public life and loose parts in urban villages. Journal of Urbanism: International Research on Placemaking and Urban Sustainability, 15(1), 84–105.
https://doi.org/10.1080/17549175.2021.1886973
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.











