Praktik Blue Economy Berbasis Kearifan Lokal dan Maqāṣid Syari'ah di Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone
DOI:
https://doi.org/10.32500/jematech.v9i2.11794Keywords:
Blue Economy, Kearifan Lokal, Hifẓ al-Bi'ahAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya tekanan eksploitasi sumber daya pesisir di tengah praktik pengelolaan tambak tradisional, nilai budaya dan religius, namun belum banyak dikaji melalui kerangka maqāṣid syari'ah, khususnya hifẓ al-bi'ah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan praktik blue economy dan dampak terhadap keberlanjutan penerapan Blue Economy pada masyarakat pesisir di Kecamatan Cenrana, serta bagaimana prinsip Hifdz al-Bi’ah diterapkan dalamm pengelolaan sumber daya laut dan keberlanjutan ekonomi masyarakatt. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif jenis penelitian lapangan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalamm, dan dokumentasi, serta dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Blue Economy masyarakatt Cenrana bersifat substantif namun belum sistemik: kinerja kuat pada efisiensi sumber daya dan keberlanjutan ekologis, namun masih terdapat kontradiksi pada minimisasi limbah akibat peralihan ke bahan plastik. Enam dari delapan desain Ostrom yang dikaji terpenuhi (clearly defined boundaries, congruence between appropriation rules and local conditions, collective-choice arrangements, monitoring, graduated sanctions, minimal recognition of rights to organize). Dari perspektif maqāṣid syari'ah, hifẓ al-bi'ah dan hifẓ al-nafs terpenuhi secara substantif, sedangkan hifẓ al-māl baru terpenuhi pada dimensi perlindungan. Penelitian ini berkontribusi secara metodologis dengan menunjukkan bahwa maqāṣid syari'ah dapat difungsikan sebagai alat analisis empiris, bukan sekadar perspektif normatif tambahan, dalamm kajian ekonomi pesisir berkelanjutan.
References
Abdul Rahman, W. b. (2023). Al Qur’an dan Wawasan Ekologi Perspektif Maqāṣid Syari’ah. Tasyri: Journal of Islamic Law, 2(1), 23.
Aridji, Z. A. (2025). Sustainability-based approaches for improving the unpredictable ecological feateres of floating net cage aquaculture in Pegametan bay, north bali, indonesia. Discov Sustain, 7, 189.
Arzam, A., & Kusnadi, K. (2025). Maqasid al-Shari’ah and Ecotheology: A Philosophical Analysis of the Normative Foundations of Islamic Law in Ecological Issues. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 8 (4), 902–916.
Buyamin, N. &. (2025). The Role Of Lokal Wisdom In Realizing The Principle Of Environmental Sustainability Principles In Indonesia. Jurnal Litigasi, 28(1), 382-408.
Cisneros Montemayor, A. M.-B. (2021). Enabling Conditions for an Equitable and Sustainable Blue Economy. . Nature, 396-401.
Diana Aryanti, e. a. (2024). Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir Volume 21. Jakarta: Direktorat Statistik Ketahanan Sosial.
Fadlillah, A. A. (2025). Trans. From Anthropocentric Jurispudence: A Maqasid-Based Recontruction Of Islamic Evironmental Ethics Toward Intergenerational Equity. Al’Adalamh, 28(2), 143-162.
Gassing, H. A. (2005). Etika Lingkungan Hidup (Cet 1 ed.). Makassar: Samata: Alauddin University. Pres,.
Gazali, S. &. (2021). , A. Coastal and Marine Resources Management Based Local Wisdom at The Haruku Village in Central Maluku District. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, 8(2), 70-81.
Jokhu, J. F. (2025). Integrating community empowerment, dcotourism, and maritime resilience for a sustainable blue economy. Maritime Teachnology and Reserch, 7(4).
Kevin Pramudya, e. a. (2025). Pemanfaatan Potensi Pesisir Melalui Blue Economy Dalamm Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Wilayah Pesisir Sabang & Jayapura. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 94–100.
Kusumaningtyas, M. A. (2022). . Mangrove Ecosystem Service and Their Contribution to Coatal Protection and Fisheries in Indonesia. Marene Policy.
Manẓūr, I. (1993). Lisān al-‘Arab, Jilid 3 . Beirut: Dār Ṣādir.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2019.
Morrison, T. e. (2023). Polycentric Governance And Ostrom’s Design Principle For Sustainable Social-Ecological System. Global Evoiromental Change, 79.
Nasional, B. P. (2024.). Peta Jalan Blue Economy Indonesia Edisi 2. DKI Jakarta: Bappenas.
Nurholis, M. (2025). Islamic Law and Environmental Sustainability: Maqasid al-Sharia’s Perspective. Jurnal Mediasas: Media Ilmu Syari’ah dan Ahwal Al-Syakhsiyyah, 8 (3), 541–548.
Ostrom, E. (1990). Governing the Commons: The Evolution of Institutions for Collective Action. Cambridge: Cambridge University Press.
Pauli, G. (2010). , The Blue Economy: 10 Years, 100 Innovations, 100 Million Jobs. Mexico: Paradigm Publications.
Sandra Dewi, e. a. (2025). Konseptual , Strategi dan Implementasi Blue Economy dalamm Pengelolaan Perikanan Laut dan Air Tawar. JELAWAT: Jurnal Ekonomi Laut dan Air Tawar, 1(1), 1-10.
Statistik, B. P. (2025). Statistik Perikanan Indonesia 2019-2023. Jakarta: BPS.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
UNEP. (2015). Green Economy and Blue Economy: Conceptual Relationship. Nairobi: UNEP Publications.
Vinsensius Naikteas, F. W. (2025). mplementasi Kebijakan Blue Economy dalamm Pemberdayaan Masyarakatt di Pantai Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara. Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan, 5(1), 426–444.









