Pendampingan Optimalisasi Budidaya Maggot Black Soldier Fly Berbasis Internet of Things

Authors

  • Soffa Zahara Universitas Islam Majapahit
  • Mohammad Muslimin Universitas Islam Majapahit
  • Rini Puji Astutik Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Erlangga Dimas Suryadi Universitas Islam Majapahit
  • Julyant Marco Melandry Universitas Islam Majapahit
  • Chindy Alvionita Bana Pah Universitas Islam Majapahit

DOI:

https://doi.org/10.32699/3mepx469

Keywords:

sampah, maggot, bsf, iot, bumdes

Abstract

Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan berat di Indonesia. Pemanfaatan Maggot atau Larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai agen biokonversi sampah organik merupakan salah satu metode yang telah banyak diterapkan. Namun, keberhasilan budidaya Maggot BSF sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, khususnya suhu dan kelembapan kandang budidaya. Ketidaksesuaian kondisi tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan larva tidak optimal bahkan meningkatkan risiko kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring serta kontrol suhu dan kelembapan kandang Maggot BSF berbasis sensor pada unit pengolahan sampah organik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabatren Sejahtera Desa Kemantren Kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan identifikasi permasalahan, perancangan dan implementasi sistem selama dua bulan, pelatihan intensif dan pendampingan terstruktur selama 4 minggu serta evaluasi. Sistem yang dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32 NodeMCU dan sensor DHT22 yang terintegrasi dengan Telegram Bot untuk memantau dan mengontrol kondisi lingkungan secara realtime. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem mampu membantu pengelola kandang dalam menjaga kondisi lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan Maggot BSF. Hasil pengujian menunjukkan seluruh 14 fitur sistem monitoring dan kontrol berhasil berfungsi optimal dengan persentase keberhasilan pembacaan sensor mencapai 98,4% dan latensi respons perintah 1,2–2,8 detik. Dari aspek pemberdayaan, terjadi peningkatan rata-rata nilai kognitif mitra dari pre-test 42,0 menjadi 87,5 pada post-test. Implementasi teknologi ini berhasil mengubah pola kerja pengelola menjadi berbasis data, meningkatkan efisiensi waktu pemantauan, menstabilkan suhu siang hari pada kisaran ideal suhu 28℃-32℃.

Downloads

Published

2026-07-31

Issue

Section

Articles