KEILMIAHAN SAINS ADALAH BUKTI KEBENARAN AL QUR’AN

  • Siti Lailiyah
Keywords:
Sains, Al Qur’an

Abstract

Sains, menurut Baiquni, adalah himpunan pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh sebagai konsensus para pakar, melalui penyimpulan secara rasional mengenai hasil-hasil analisis yang kritis terhadap data pengukuran yang diperoleh dari observasi pada gejala-gejala alam. Al-Qur’an, sebagai kalam Allah, diturunkan bukan untuk tujuan-tujuan yang bersifat praktis. Oleh sebab itu, secara obyektif, al-Qur’an bukanlah ensiklopedi sains dan teknologi apalagi al-Qur’an tidak menyatakan hal itu secara gamblang. Akan tetapi, dalam kapasitasnya sebagai huda lin_nas, al-Qur’an memberikan informasi stimulan mengenai fenomena alam dalam porsi yang cukup banyak, sekitar tujuh ratus lima puluh ayat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian murni deskriptif kualitatif. Dari penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa; 1. Fenomena alam adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap alam itu akan membawa manusia lebih dekat kepada Tuhannya. Pandangan al-Qur’an tentang sains dan teknologi dapat ditelusuri dari pandangan al-Qur’an tentang ilmu. 2. Al-Qur’an adalah mu’jizat Islam yang kekal dan mu’jizatnya selalu diperkuat dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lain adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains). Al-Qur’an dan Hadits mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi. Dalam al-Qur’an kata al-‘ilm dan kata-kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali. 3. Sains adalah kontribusi manusia sepanjang masa. Satu dari hal yang paling luar biasa dalam Al-Quran adalah bagaimana ia menguraikan ilmu pengetahuan. Al-Quran yang dinyatakan kepada Muhammad (saw) pada abad ke 7 berisikan fakta-fakta ilmiah menakjubkan yang sedang ditelusuri di abad ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Abuddin Nata, 1994. Al-Qur’an dan Hadits, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,
[2] Ahsin, Muhammad, 2004. Melacak Jejak Tuhan dalam Sains, Tafsir Islami atas Sains, terj. Bandung : Mizan.
[3] Anshari, Saifuddin, Endang, 2009. Ilmu, Filsafat, Dan Agama, Surabaya: PT. Bina Ilmu.
[4] Bagir, Zainal Abidin, 2005. et al, Integrasi Ilmu dan Agama Interpretasi dan Aksi, Bandung: Mizan.
[5] Bakar, Osman, 1994. Tauhid dan Sains: Esai-esai tentang Sejarah dan Filsafat Sains Islam, Bandung: Pustaka Hidayah.
[6] Bakhtiar, Amsal, 1997. Filsafat Agama, Jakarta : Logos Wacana Ilmu.
[7] Departemen Agama RI. 2006. Al-Quran dan Terjemahnya, Jakarta; PT. Cahya Intan Cemerlang.
[8] M. Quraish Shihab, 1992. Membumikan Al-Qur’an, Bandung: Mizan Pustaka.
[9] Mehdi Golshani, 2003. Filsafat Sains menurut Al-Qur’an, terj. oleh: Agus Effendi, Bandung: Mizan.
[10] Mudakir AS, 2007. Studi Ilmu-ilmu Qur’an, Bogor : Pustaka Litera antar Nusa, cet. 10.
[11] Muhammad Faiz Al-Math, 1994. Keistimewaan-keistimewaan Islam, terj. oleh: Masykur Halim, Ubaidillah, Jakarta: Gema Insani Press.
[12] Rosnani Hashim, 2005. Gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer : sejarah Perkembangan dan Arah Tujuan, Islamia Thn II No.6/Juli-September.
Published
2020-08-16

STATISTICS

Abstract viewed = 0 times
PDF (BAHASA INDONESIA) downloaded = 0 times