THE 21ST CENTURY SCIENCE SKILLS PROFILE BASED LOCAL WISDOM EDUCATION (TOURIST ATTRACTIONS AND TYPICAL FOODS IN REGENCY OF WONOSOBO)

  • A Khoiri Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Wonosobo
  • S Haryanto Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Wonosobo
Keywords: Keterampilan Sains Abad ke-21, Keunggulan Lokal

Abstract

Pembelajaran sains abad ke- 21 melalui Objek Wisata dan Makanan Khas Wonosobo dalam memahami konsep dan fakta sains secara kontekstual sekaligus mengenalkan budaya dan keunggulan lokal. Jenis penelitian R&D Barg and gall. Teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan sekolah kategori wilayah kota, Madya dan Desa. Pengumpulan data dengan metode tes, metode angket, observasi serta wawancara. Analisis data menggunakan uji t test hipotesis menunjukan pengembangan bahan ajar fisika berorientasi keterampilan sains abad ke-21 melalui Keunggulan Lokal efektif dalam menentukan kemampuan Berpikir Kritis (Cs-1) sebesar 82.5%, Kreatvitas (Cs-2) sebesar 72.5%, Kerjasama dan kolaborasi (Cs-3) sebesar 81%, Komunikasi Efektif (Cs-4) sebesar 77.5% serta Literasi IT (Cs-5) sebesar 75%. Bahan ajar mendapat respon siswa sebesar 87% kategori sangat baik dan ketuntasan belajar sebesar 88% serta peningkatan hasil belajar sebesar 0.37 N gain. Bahan ajar yang dikembangkan mampu merekonstruksi konsep sains yang ada sebagai sumber belajar fisika sehingga dapat mengukur keterampilan sains abad 21 dari Cs-1 sampai dengan Cs-5.

References

S. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Baran, S. dan Davis, D. (2010). Mass Communication Teory: Foundations, Frement and Future. (Terj. Alfrianto Daud dan Putri). Jakarta: Salemba Humanika

Borg, W. R & Gall, J. P. 2003. Educational Research an Introduction, Seventh Edi-tion. New York: Perason Education.

Blaye, A., Light, P. H., Joiner, R., and Sheldon, S. 1991. Joint Planning and Problem Solving on A Computer-Based Task. British Journal of Developmental Psychology. 9: 471483.

Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Eilks, I., and Byers, B. 2010. The Need for Innovative Methods of eaching and Learning Chemistry in Higher EducationReflections from a Project of The Euro-pean Chemistry Thematic Network. Chem. Educ, Res. Pract. 11: 233-240.

Hake, R. R. 2002. Relationship of Individual Student Normalized Learning Gains in Mechanics with Gender, High-School Physics, and Pretest Scores on Mathematics and Spatial Visualization. Submitted to the Physics Education Research Conference. Boise: Idaho.

Haryono. 2006. Model pembelajaran berbasis peningkatan Keterampilan proses sains. Jurnal Pendidikan Dasar Vol.7. No.1. 1-13.

Hargreaves, A. & Fullan, M. 2000. Mentoring in the new millennium. ProQuest Education Jour-nals. 39.1. 50-56.

Hargreaves, Andy. 1997. The four ages of professionalism and professional learning. UNICORN, 23.2. 86-114.

Harskamp, E., and Ding, N. 2006. Struc-tured Collaboration versus Individual Learning in Solving Physics Problems. International Journal of Science Education. 28(14): 1669-1688

Hobbs, R. 1998. Instructional Practices in Media Literacy and Their Impact on Students Learning. (online)

Jatengprov. 2013. Kabupaten Wonosobo. (http://www.jatengprov.go.id/?document). (diunduh 17 Nopember 2013).

Karen Grose . 2014. From 21st Century Learning to Learning in the 21st Century: Influences on Transforming Teacher Knowledge of Constructivist Practices in Technology-Rich Learning Environments. Doctor of Philosophy. University of Toronto: Department of Curriculum, Teachingand Learning.

Karsli, F., Yaman, F.danAyas, A. 2010. Prospective chemistry teacherscompetency of evaluation ofchemical experiments in terms of science process skills. ProSoc.and Behav.Sci., 2. 778781.

Kemendiknas. 2010. Pengembangan Pendidikan dan Karakter Bangsa. Jakarta: Pusat Kurikulum.

Kemendikbud. 2013. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 Tentang Pedoman Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.

Kemenbudpar. 2011. Kerafian Lokal di Ten-gah Modernisasi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan.

Khoiri. A dan Supriyanti. 2017. Analisis Kemampuan Berfikir Kritis Siswa menggunakan Teams Assisted Individualization. Science Education Journal. 1 (2): 52-63. http://doi.org/10.21070/sej.v1i2.1183.

Kram, K. E. & Ragins, B. R. 2007. The landscape of mentoring in the 21st century. In The handbook of mentoring at work: theory, research, and practice. Los Angeles: Sage Publications.

Leksono, S. M & Rustaman, N. 2012. Uji Coba Pengembangan Model Pembelajaran Konservasi Biodiversitas Berbasis Kearifan Lokal Untuk Meningkatkan Literasi Biodiversitas Bagi Calon Guru Biologi. Prosiding. Seminar Nasional Cakrawala Pembelajaran Berkualitas di Indonesia. Jakarta. 25-27 September

Listiyani, I. M & Widayati, A. 2012. Pengembangan Komik Sebagai Media Pembelajaran Akuntansi Pada Kompetensi Dasar Persamaan Dasar Akuntansi Untuk Siswa Sma Kelas XI. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. 10 (2): 80-94.

Margono. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Mulford, B. (2008). The leadership challenge: improving learning in schools. Australian Education Review. Victoria: ACER Press.

Mulyasa. E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Mumpuni, E. K. 2013. Potensi Pendidikan Keunggulan Lokal Berbasis Karakter dalam Pembelajaran Biologi di Indonesia. Makalah. Seminar Nasional X FKIP di Universitas Negeri Surakarta. Surakarta 16 Mei.

Mungmachon, M. R. 2012. Knowledge and Local Wisdom: Community Treasure. International Journal of Humanities and Social Science. 2 (13): 174-181.

Pacific Policy Research Center. 2010. 21st Century Skills for Students and Teachers. Honolulu: Kamehameha Schools, Re-search & Evaluation Division.

Prasetyo, Z. K. 2013. Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal. Makalah. Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika di Univeristas Negeri Surakarta. Surakarta 14 Maret.

Robert L.W. 2007. Building a 21st Century U.S. Education System. Published by the National Commission on Teaching and Americas Future.

Rosser, Rosemary A dan Glen I. Nigholson. 1984. Educational Psychology Principle in Practice. Boston: Litle, Brown and Company.

Rusli, A. 2013. Pendidikan Fisika untuk Abad Ke 21: Kesadaran, Wawasan, Kedalaman, Etika. Jurnal Fisika Indonesia No: 50, Vol XVII, Edisi Agustus 2013 ISSN:1410-2994.

Rusli, A. 2012. Dialogue between Science and Faith: A Preliminary Study, Proceedings 3rd Jogjakarta International Conference on Physics, 18-19 September 2012, 153-156.

Sailah, I. 2008. Pengembangan Soft skill di Perguruan Tinggi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Sarwanto. 2016. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21. Seminar Nasional Pendidikan Sains. Surakarta, 22 Oktober 2016.

Schulz, B. 2008. The Importance of Soft skill: Education beyond academicknowledge. NAWA Journal of Language and Communication. 5 (2): 146-154.

Sharma, A. 2009. Professional Development for Teachers. (Online)

Sudjana, N & Ibrahim, M. A. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. 2009. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D. Bandung: Alfabeta.

Sukardjo. 2005. Evaluasi Pembelajaran. Modul PPs UNY: Yogyakarta.

Syarifuddin. 2014. Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal Penelitian Komunikasi. 17 (2): 153-164.

Utomo, H. 2010. Kontribusi Soft Skills dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan. Among Makarti. 3 (5): 95-104.

Winaryati. E. 2010.Analysis Pengembangan Model Pembelajaran Wisata Lokal Pada Pembelajaran Sains. Makalah. Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi FKIP Universitas Negeri Surakarta. Surakarta 16 Mei.
Published
2018-09-30
How to Cite
Khoiri, A. and Haryanto, S. (2018) “THE 21ST CENTURY SCIENCE SKILLS PROFILE BASED LOCAL WISDOM EDUCATION (TOURIST ATTRACTIONS AND TYPICAL FOODS IN REGENCY OF WONOSOBO)”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 5(3), pp. 361-371. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v5i3.485.
Section
Articles