ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LONGSOR TEBING DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU UNTUK PERTIMBANGAN SEBAGAI DAERAH PEMUKIMAN DI KABUPATEN WONOSOBO

  • Banar Dwi Retyanto Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sains Al Qur‟an (UNSIQ) Wonosobo
Keywords: Longsor Tebing, Jenis Tanah,, Kecepatan Arus, Kemiringan Tebing, Curah Hujan, Daerah Pemukiman

Abstract

Tujuan umum penelitian ini adalah memberikan bahan pertimbangan kawasan daerah aliran sungai (DAS) Serayu digunakan sebagai daerah pemukiman, untuk tujuan khususnya adalah menganalisi kontribusi faktor faktor penyebab longsor tebing diantaranya jenis tanah, kecepatan aliran air, kemiringan tebing, dan curah hujan). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan melakukan deskripsi data atau krakter yang diperbandingkan satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan kesimpulan. Bahan yang digunakan dalam peneltian adalah data pengukuran Kemiringan lereng, peta jenis tanah dan peta curah hujan dari sumber yang terpecaya, sementara alat yang digunakan adalah Meteran, Botol air mineral dan Stopwatch untuk mengukur kecepatan arus aliran sungai. Wilayah dalam penelitian ini adalah daerah Aliran Sungai Serayu Kecamatan Kejajar, Garung, Mojotengah, Watumalang, Selomerto dan Leksono Kabupaten Wonosobo. Berdasar penelitian yang sudah di laksanakn dapat di simpulkan bahwa pada daerah sekitar aliran sungai Serayu tidak dapat di gunakan sebagai daerah pemukiman, hal ini terlihat dari hasil analisis data penelitian yang menunjukan 1) sebagian besar tebing yang terdapat pada daerah aliran sungai tergolong tebing curam dan sangat curam; 2) besarnya arus yang mengalir pada aliran sungai Serayu tergolong deras dan sangat deras hal ini dapat mempercepat terjadinya longsor pada tebing; 3) jenis tanah yang ada pada daerah sekitar aliran sungai adalah jenis tanah andosol, regosol, dan podsolik, dimana ketika jenis tanah ini peka dan sangat peka terhadap erosivitas; 4) intensitas curah hujan pada daerah aliran sungai tergolong sangat tinggi sehingga faktor ini mendukung pemercepatan terjadinya longsoran tebing di daerah aliran sungai Serayu.

References

Aulia, B. 2014. Jenis Jenis Longsor. Slide Kuliah Magister Ilmu Kebencanaan. Aceh. Universitas Syah Kuala Chay, A. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Humas Kabupaten Wonosobo. 2016. Bencana Alam di Wonosobo. Tersedia di www.wonosobokab.go.id. [di akses 03/02/2016]

Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan Tjahjono Samingan. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pemda Kab. Wonosobo. 2014. Geografis Kabupaten Wonosobo. Online di http://www.wonosobokab.go.id/index.php/2014-02-01-04-40-52/selayang-pandang/geografis-kabupaten-wonosobo. [diakses 17/3/2016]

Permen PU, 2008. Pedoman Kreteria Teknis Kawasan Budidaya. Jakarta : Departemen Pekerjaan Umum

Pokja Sanitasi Kab. Wonosobo. 2012. Buku Putih Sanitasi Kabupaten Wonosobo. Wonosobo: Pemkab Wonosobo.

PPE Jateng. 2016. Das Serayu. Online di http://ppejawa.com/ekoregion/das-serayu/. [diakses 15/04/2016]

Rahayu, S. R. H. Widodo, M. Van Noordwijk, I. Suryadi, & B. Verbist. 2009. Monitoring Air di Daerah Sungai. Bogor : World Agroforestry Centre

Syah, M. G, & T. Haryanto. 2013. Klasifikasi Kemiringan Lereng Dengan Menggunakan Pengembangan Sistem Informasi Geografis Sebagai Evaluasi Kesesuaian Landasan Pemukiman Berdasarkan Undang-Undang Tata Ruang Dan Metode Fuzzy (Studi Kasus: Donggala, Sulawesi Tengah). Jurnal Teknik POMITS. Vol. X, No. X, Hal. 1-6
Published
2016-05-30
How to Cite
Retyanto, B. (2016) “ANALISIS FAKTOR PENYEBAB LONGSOR TEBING DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU UNTUK PERTIMBANGAN SEBAGAI DAERAH PEMUKIMAN DI KABUPATEN WONOSOBO”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 3(2), pp. 82-88. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v3i2.341.
Section
Articles