KONSEP RUANG SAKRAL-PROFAN PADA TATA PERMUKIMAN DI DATARAN TINGGI DIENG

  • Heri Hermanto Dosen Prodi Arsitektur Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo
  • Achmad Djunaedi Dosen Prodi Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
  • Sudaryono Sudaryono Dosen Prodi Arsitektur dan Perencanaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Keywords: lapangan, makam, jalan terabasan, konsep sacral-profan

Abstract

Dataran Tinggi Dieng adalah merupakan salah satu wilayah yang memiliki sejarah, budaya, tradisi, serta kondisi alam yang unik dan khas, demikian pula dengan tata permukimannya. Lapangan desa, makam dan jalan terabasan adalah merupakan merupakan elemen permukiman yang selalu ada pada tata permukiman di Dataran Tinggi Dieng. Elemen tersebut menjadi wadah bagi berlangsungnya kehidupan sosial dan budaya masyarakat di Dataran Tinggi Dieng sejak dahulu.
Penelitian ini didasari oleh dua pertanyaan; 1) Apakah ada keterhubungan antara makam, lapangan, dan jalan terabasan dalam tata permukiman yang ada di Dataran Tinggi Dieng. 2) Konsep apakah yang membentuk keterhubungan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik induktif, data diperoleh dari 10 informan dengan metoda wawancara secara mendalam. Dari 3 buah tema yang ditemukan dicari hubungan substantive yang hasilnya kemudian didialogkan untuk mendapatkan konsep. Hasil penelitian ini merumuskan adanya konsep keterhubungan antara makam, lapangan dengan jalan terabasan dan konsep sakral-profan pada tata permukiman di Dataran Tinggi Dieng.

References

Creswell, John W, 1998, Qualitative Inquiry and Reserch Design. London: Sage publication.
Hermanto, Heri, 2010, Kultur dan Tata Ruang Arsitektur Dusun Plemburan, Dieng Wonosobo, Wonosobo: LP3M UNSIQ.
Kuswarno, Engkus, 2009, Fenomenologi, Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya, Bandung: Penerbit Widya Padjajaran.
Moustakas, Clark E, 1994, Phenomenological Research Methods. United States of America: Sage Publications Inc.
Mubin, Nurul, 2010, Islam Bumi Kahyangan Dieng, Yogyakarta, Pustaka Prisma.
Murray Li, Tania, 2002, Proses Transformasi Daerah Pedalaman di Indonesia, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Pontjosutirto, Sulardjo, 1961, Laporan Ethnografi dari Daerah Kabupaten Wanasaba, Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.
Pudjoarianto, Agus, 1996, Sejarah Flora dan Vegetasi di Dieng Suatu Pendekatan Palinologis, Laporan Disertasi, Program Pasca Sarjana Biologi, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Purwanto, Edi, 2004, Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Arsitektur Lingkungan dan Perilaku, Jurnal Teknik tahun ke XXIV edisi 2 ISSN 0852-1697, Semarang: Fakultas Teknik UNDIP.
----------------, 2007, Rukun Kota: Ruang Perkotaan Berbasis Budaya Guyub Poros Tugu Pal Putih sampai Alun-alun Utara Yogyakarta, Disertasi Program Pasca Sarjana Teknik Arsitektur, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Rapoport, Amos, 1969, House Form and Culture, London: Prentice Hall.
Sonjaya, Agus, 2005, Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Dieng, Laporan Disertasi, Program Pascasarjana Jurusan Ilmu-Ilmu Humaniora, Yogyakarta: Gadjah Mada.
Sudaryono, 2003, Metode Deduktif dan induktif dalam Penelitian Arsitektur, Makalah Seminar Nasional: Penelitian Arsitektur, Metode dan Penerapannya, Magister Tenik Arsitektur UNDIP, 7 Juni 2003, Semarang.
Sukatno CR, Otto, 2004, Dieng Poros Dunia, Jejak Peta Surga yang Hilang, Yogyakarta: IRciSod.
Tjugianto, L.Agus, 2006, Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah Indonesia, tanpa penerbit
Published
2014-05-01
How to Cite
Hermanto, H., Djunaedi, A. and Sudaryono, S. (2014) “KONSEP RUANG SAKRAL-PROFAN PADA TATA PERMUKIMAN DI DATARAN TINGGI DIENG”, Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 1(2), pp. 102-114. doi: https://doi.org/10.32699/ppkm.v1i2.242.
Section
Articles