IMPLIKASI KETIADAAN AYAH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI
DOI:
https://doi.org/10.32699/3yd3p590Abstract
Fenomena ketiadaan ayah semakin meningkat dalam masyarakat modern akibat perceraian, pekerjaan ayah di luar daerah, serta kondisi keluarga single parent. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap 25 (Dua puluh Lima) jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025. Analisis dilakukan untuk memahami peran figur ayah dalam pembentukan identitas sosial, keseimbangan emosional, dan karakter anak usia dini. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiadaan figur ayah berdampak signifikan terhadap penurunan rasa percaya diri, kesulitan berinteraksi sosial, dan ketidakstabilan emosi. Anak yang kehilangan figure ayah cenderung menarik diri, mudah cemas, serta memiliki konsep diri negatif. Kehilangan figur ayah menghambat pembentukan perilaku sosial yang sehat serta rasa aman emosional anak. Selain itu, ketiadaan ayah berpengaruh pada pembentukan moral dan karakter, menjadikan anak lebih rentan terhadap perilaku menyimpang dan lemahnya nilai tanggung jawab. Namun, dukungan emosional dari ibu, guru, dan figur laki-laki pengganti dapat melemahkan dampak negatif tersebut. Strategi intervensi yang direkomendasikan mencakup konseling psikologis anak, pelatihan pengasuhan bagi ibu tunggal, serta penguatan nilai moral dan spiritual di lingkungan PAUD. Temuan ini menegaskan pentingnya kehadiran dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini sebagai dasar pembentukan keseimbangan sosial, emosional, dan karakter yang sehat Pada penerus nusa dan bangsa
Kata Kunci: Ketiadaan Ayah, Anak Usia Dini, Perkembangan Sosial Emosional, Pendidikan Karakter