LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM: ANTARA WAHYU DAN AKAL

Authors

  • Zahwa Fath'na Najikha Universitas Sains Al Qur'an
  • Erni Kaila Khairunnisa Universitas Sains Al Qur'an
  • Nurul Mubin Universitas Sains Al Qur'an

DOI:

https://doi.org/10.32699/cdba4p12

Keywords:

Wahyu, Akal, Epistemologi, Filsafat Pendidikan Islam, Landasan Filosof

Abstract

Perdebatan mengenai kedudukan wahyu dan akal telah lama menjadi persoalan sentral dalam epistemologi pendidikan Islam. Di satu sisi, sebagian pemikiran cenderung menempatkan wahyu sebagai otoritas tunggal yang menutup ruang penalaran kritis. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan konsep wahyu sebagai sumber utama nilai dan pengetahuan dalam pendidikan Islam, termasuk kedudukannya sebagai landasan epistemologis yang bersifat mutlak, sekaligus menelaah relasinya dengan akal sebagai instrumen penalaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer—jurnal filsafat pendidikan Islam, makalah ilmiah, dan karya tokoh pendidikan Islam—yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa wahyu menempati posisi sebagai sumber nilai mutlak (qath'i) yang memberi arah moral dan ontologis bagi ilmu pengetahuan, sementara akal berfungsi sebagai instrumen interpretatif yang bersifat relatif (zhanni) untuk memahami, menafsirkan, dan mengoperasionalkan pesan wahyu dalam praktik pendidikan. Ditemukan pula bahwa dikotomi ilmu agama dan ilmu umum yang masih kuat dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia bersumber dari kegagalan mengintegrasikan kedua sumber epistemologis ini secara proporsional. Artikel ini menyimpulkan bahwa landasan filosofis pendidikan Islam yang kokoh mensyaratkan relasi hierarkis-komplementer antara wahyu dan akal, bukan relasi oposisional, sebagai basis perumusan tujuan, kurikulum, dan metode pendidikan Islam yang holistik.

References

Ahmad. (2021). Konsep Ta'dib Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan implikasinya dalam pendidikan Islam. An-Nur: Jurnal Studi Islam, 13(1), 32–50.

Al-Attas, S. M. N. (1979). Aims and objectives of Islamic education. King Abdul Aziz University.

Al-Attas, S. M. N. (1981). Islam dan sekularisme. Bandung: Pustaka.

Al-Attas, S. M. N. (1996). Konsep pendidikan dalam Islam (Terj. Haidar Bagir). Mizan.

Al-Ghazali, A. H. (t.t.). Ihya' 'ulum al-din. Dar al-Fikr.

El-Yunusi, M. Y. M., dkk. (2023). Kurikulum dan problematika pendidikan dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Masaliq: Jurnal Pendidikan dan Sains, 3(3), 370–383. https://doi.org/10.58578/masaliq.v3i3.897

Fauzi, M. R., & Chirzin, M. (2023). Epistemology of Islamic education in the Qur'an and its urgency in the development of Islamic education. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1), 74–91. https://doi.org/10.21580/nw.2023.17.1.15069

Herawati, A., Ningrum, U. D., & Sari, H. P. (2024). Wahyu sebagai sumber utama kebenaran dalam pendidikan Islam: Kajian kritis terhadap implementasinya di era modern. Moral: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 1(4), 109–126. https://doi.org/10.61132/moral.v1i4.229

Husna Zain, M., dkk. (2025). Integrasi wahyu dan akal dalam filsafat ilmu Islam. Invention: Journal Research dan Education Studies, 6(2), 515–531. https://doi.org/10.51178/invention.v6i2.2656

Ibnu Khaldun. (t.t.). Muqaddimah (Terj.). Pustaka Al-Kautsar.

Indah, A. V. (2025). Epistemologi pendidikan Islam: Analisis konseptual terhadap integrasi wahyu dan akal dalam pembentukan karakter Muslim. Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences, 6(2), 180–198.

Rosyidi, S. (2018). Konsep insan kamil dalam filsafat pendidikan Islam: Upaya pembentukan karakter holistik. Tarbiyah Islamiyah Journal, 8(1), 1–18.

Shihab, M. Q. (2018). Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan peran wahyu dalam kehidupan masyarakat. Mizan.

Sipa, A. D. F., Widaningsih, K. M. D. P., Yudan, U., & Parhan, M. (2025). Integrasi filsafat dan agama dalam pendidikan Islam: Telaah pemikiran Al-Kindi untuk penguatan akal dan wahyu. Al-Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan, 23(2), 268–281.

Suswita, S. (2025). Antara taklid dan ijtihad: Dialektika pembentukan nalar kritis siswa dalam pendidikan Islam. Al-Qarawiyyin: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 1(3), 208–224.

Wahab, A. A. (2025). Towards integration: A three-dimensional approach to moral education in the age of pluralism. Brill Journal of Islamic Education, 29(1), 71–90.

Wijayanti, D. (2025). Filsafat ilmu dalam perspektif pendidikan Islam. PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial), 4(1), 1–14.

Yudhyarta, D. Y. (2025). Epistemologi integratif Rasulullah SAW: Prinsip wahyu–akal–empiris sebagai fondasi pengembangan sains dan teknologi berbasis etika. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(3), 2987–2996.

Zulaikha, S., Rahim, M., & Hidayat, R. (2025). Tujuan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur'an. Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 20(2), 201–215.

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

LANDASAN FILOSOFIS PENDIDIKAN ISLAM: ANTARA WAHYU DAN AKAL. (2026). AL-QALAM: JURNAL KEPENDIDIKAN, 26(1), 71-79. https://doi.org/10.32699/cdba4p12